Home Kajian Fakultatif Mengenal Jenis-Jenis Pemkiran dan Problematikanya di Dunia Islam Dalam Persepektif Malik Bin Nabi
Mengenal Jenis-Jenis Pemkiran dan Problematikanya di Dunia Islam Dalam Persepektif Malik Bin Nabi

Mengenal Jenis-Jenis Pemkiran dan Problematikanya di Dunia Islam Dalam Persepektif Malik Bin Nabi

16
0

PENAPEMBAHARU.COM–Dalam Filsafat Peradaban Malik Bin Nabi, suatu peradaban tersusun dari tiga unsur: Dunia Pemikiran, Dunia Tokoh dan Dunia Materi. Ketiga-tiganya menciptakan hubungan yang seimbang ketika berporos pada jaringan interaksi sosial.

Dunia Pemikiran berfungsi sebagai prinsip dasar dan faktor pendorong Dunia Tokoh yang merupakan aktor untuk mendayagunakan Dunia Materi.

Maka peran yang dimainkan Dunia Pemikiran dalam suatu peradaban seperti peran ruh dalam suatu badan. Ia menjadi kekuatan yang menghidupkan dan menggerakkan peradaban tersebut.

2.

Di dalam Dunia Pemikiran terdapat beragam jenis pemikiran yang saling menguatkan, mendorong, menyokong, menopang dan berinteraksi positif ketika masyarakat berada di fase peradabannya. Namun beragam jenis pemikiran tersebut akan saling berkhianat, berbenturan, menikam, menghancurkan, dan mematikan ketika masyarakat berada di fase pra dan pasca peradaban.

3.

Dilihat dari sudut pandang fungsi/peran suatu pemikiran, di dalam Dunia Pemkiran ada jenis Afkar Raidah (Pemikiran Pengendali) dan Afkar Amaliyah (Pemikiran Praktis).

 

Afkar Raidah adalah:

– Suatu prinsip yang diwarisi suatu generasi dari generasi sebelumnya, kemudian diwariskan lagi kepada generasi selanjutnya.

– Mengayomi dan membina aktivitas masyarakat.

– Merupakan gudang (Makhzun) dari moral masyarakat.

– Contoh: Al Quran, Dokumen Perjanjian, Filsafat Masyarakat, dsb.

 

Afkar Amaliyah adalah:

– Suatu pemikiran yang dengannya setiap generasi masyarakat mengarahkan kondisi tertentu di dalam sejarahnya, setelah dilakukan perubahan di dalamnya–sedikit ataupun banyak–sesuai dengan perjalanannya.

– Mengarahkan aktivitas masyarakat

– Ia merupakan sarana teknis.

– Contoh: semboyan Revolusi Prancis, Penemuan Colombus, dsb.

***

Setiap pemikiran– baik yang berkaitan dengan moral atau yang berkaitan dengan materi–akan mengalami detik-detik ledakan atau detik-detik iluminasi, seperti halnya yang terjadi pada Bilal ketika ia disiksa atau pada Newton ketika ia menemukan hukum gravitasi.

***

Problematika pemikiran akan muncu ketika Afkar Amaliyah menghianati Afkar Raidah, atau dengan katalain ketika suatu pemikiran tidak memiliki sanad pemikiran yang disucikannya. Seperti sebuah jembatan akan roboh ketika tidak dibangun di atas pemikiran yang benar.

4.

Dilihat dari sudut pandang asal-muasalnya, Di Dunia Pemikiran terdapat jenis Afkar Mathbu’ah (Pemikiran Tercipta) dan Afkar Maudhu’ah (Pemikiran yang diletakkan).

Afkar Mathbu’ah adalah pemikiran yang tercipta dalam suatu masyarakat. Sedangkan Afkar Maudu’ah adalah pemikiran yang diletakkan oleh setiap generasi dari masyarakat itu sendiri yang seirama dengan Afkar Matbu’ah.

Kalau kita membuat ilustrasi bahwa Dunia Ide itu adalah CD, maka Afkar Mathbu’ah adalah irama dasar yang ada pada CD tersebut, sedangkan Afkar Maudhu’ah adalah irama pengiring yang dilantunkan oleh sesorang, atau alat musik lainnya mengikuti irama dasar yang ada.

Contoh Afkar Mathbu’ah di Dunia Islam adalah wahyu, sedangkan Afkar Maudhu’ah adalah gagasan atau ide umat Islam yang terinsfirasi dari wahyu tersebut.

Problematika akan terjadi di Dunia Pemikiran ketika Afkar Mathbu’ah sedikit demi sedikit mulai terhapus dari suatu peradan sebagai akibat dari pengkhianatan Afkar Maudhu’ah. Pengkhianatan ini terjadi ketika Afkar Maudhu’ah menyimpang atau meninggalkan Afkar Mathbu’ah.

Bentuk keserasian antara keduanya bisa dicontohkan dengan kisah wanita Ghomidiyah yang mengadukan perbuatan zinahnya kepada Rasulullah SAW, atau kisah seorang sahabat yang mengaku di depan Rasulullah SAW telah mencium seorang perempuan, dll.

Sebaliknya bentuk ketidakserasian antara keduanya bisa dilihat dalam kisah ungkapan seorang muslim yang hidup pasca peristiwa Shiffin. “Shalat di belakang Ali lebih khusu’ dan makan di hidangan Muawiyyah lebih nikmat.”

5.

Dilihat dari sudut pandang dinamikanya, di dalam Dunia Pemikiran terdapat jenis Afkar Mayyitah (Pemikiran Mati/Statis) dan Afkar Mumitah (Pemikiran Mematikan).

 

Afkar Mayyitah:

– Suatu pemikiran yang terlepas dari akarnya.

– Prodak warisan sosial

– Melahirkan Al Qobiliyah Lil Isti’mar (Mental layak dijajah)

 

Afkar Mumitah/Qotilah:

– Suatu pemikiran yang dimpor dari dunia luar dan dari budaya asing yang telah melepaskan akarnya.

– Pinjaman dari Barat.

– Melahirkan Penjajahan.

Kedua jenis pemikiran ini akan merusak sendi-sendi budaya dan peradaban, karena keduanya sama-sama telah menghianati pemikiran aslinya, keluar dari akarnya. Dan kerusakan suatu budaya atau peradaban akan semakin sempurna ketika para tokoh memilih mengatasi Afkar Mayyitah dengan Afkar Mumitah.

6.

Afkar Makhdulah (Pemikiran yang terlantarkan):

Jenis pemikiran ini merupakan metamorfosa dari Afkar Mayyitah dan Afkar Mumitah yang dibiarkan liar, dan tidak di atasi dengan baik.

Afkar Mayyitah ketika tidak diatasi dengan baik, ia akan membusuk dan menjadi virus yang menular dan menggerogoti masyarakat, dan itulah yang disebut Malik bin Nabi dengan dendam Afkar Mkhdulah. Maka dalam kondisi seperti ini peradaban akan hancur dari dalam, dengan sendirinya, meski tanpa ada faktor luar yang menghancurkannya, dan kehancurannya tidak akan bisa dikendalikan meski ada upaya para tokoh cendikia untuk memperbaikinya.

7.

Dalam dinamika Dunia Pemikiran terdapat juga Afkar Hayyah, Afkar Fa’aalah dan Afkar Shohihah:

Afkar Hayyah adalah pemikiran yang dinamis, produktif, dan mengakar pada Afkar Maudhu’ah.

Afkar Fa’alah adalah pemikiran yang memiliki efektifitas dalam kehidupan sosial.

Sedangkan Afkar Shahihah adalah pemikiran yang sesuai dengan keasliannya.

Wallahu ‘alam Bisshowwab

Sumber:

Malik Bin Nabi, Musykilatul Afkar.

16

Nur Farid Lahir di Tasikmalaya 23 September 1985. Riwayat Pendidikan: Pon Pes Muhammadiyah Al Furqon Tasikmalaya 2005. SI Akidah Filsafat, Fak. Usuluddin Univ. Al Azhar New Damietta, Egypt 2009. Hingga sekarang sedang menempuh Program Master di American Open University Cairo, Egypt. Aktivitas yang pernah diikuti: Kajian Pemikiran Al Hikmah-PCIM Mesir (2014), Akademi Gerakan Pembaharuan Islam Yaqdzotul Fikri, El Maadi, Mesir (2014). Musim Tsaqofi IIIT (Internasional Institute Of Islamic Thought) Cabang Mesir 2015-2016.

LEAVE YOUR COMMENT

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *