Home Dunia Kajian Kajian Tematik Kritik Turots Sebagai Langkah Iqbal Dalam Pembaharuan Pemikiran Islam
Kritik Turots Sebagai Langkah Iqbal Dalam Pembaharuan Pemikiran Islam

Kritik Turots Sebagai Langkah Iqbal Dalam Pembaharuan Pemikiran Islam

56
0

Kemunduran Peradaban Islam dan keterbelakangan umat Islam telah mendorong Muhammad Iqbal untuk membangun kembali jati diri umat Islam rapuh, dan hal ini menuntutnya untuk melakukan pembaharuan pemikiran Islam. Kemudian upaya pembaharuan itu dimulai dengan kritik terhadap warisan pemikiran Islam, dan kritik terhadap pemikiran yang datang dari luar Peradaban Islam–setelah menanamkan nilai-nilai Islam ke dalam jiwa hingga bisa menjaga kita dari tenggelam dalam turots atau terjebak ke dalam sandraan pemikiran asing.

Kebangkitan peradaban kita berpijak dari otokritik kita terhadap madrasah pemikiran Islam dan alirannya sepanjang sejarah untuk mengetahui kekeliruan dimana umat terjerumus ke dalamnya, serta untuk mengetahui kesuksesan-kesuksesan yang telah dicapai.

Kebangkitan peradaban kita juga menuntut proses sterilisasi dengan spirit yang terbebas dari produk-produk pemikiran Barat. Dan hal ini menunjukkan –sebagaimana  dikatakan Iqbal sendiri—bahwa kita perlu merecontruksi kembali filsafat keberagamaan Islam dengan mengambil/ menggunakan unsur-unsur positif dari warisan filsafat Islam  dan juga dari setiap perkembangan pengetahuan manusia dalam setiap sisi kehidupan.

Dan memang sudah menjadi hukum peradaban bahwa ketika suatu peradaban mengalami masa tua dan kemunduran maka ia harus melakukan proses kritik terhadap produk-produk pemikirannya untuk bangkit kembali.

Kita bisa melihat bagaimana  proses kebangkitan Peradaban Barat dimulai dari kritik terhadap warisan pemikiran Yunani sekaligus membersihkannya dari pengaruh pemikiran Islam. Kita menyaksikan bagaimana Roger Bacon mengkritisi mantiq Aristoteles dan membangun mantiq baru. Lebih dari itu, Emanuel Kant tidak hanya mengkritisi produk pemikiran Yunan, namun juga mengkritisi kemampuan akal sebagai alat untuk menyingkap ilmu pengetahuan. Sementara itu Thomas Equeni, Roger Bacon, dan para filosof Barat yang mengkaji secara langsung buku-buku pemikiran Islam, mereka mensterilkan filsafat Yunan dari unsur-unsur Islam.

Oleh karena itu, bagi Iqbal kritik turots sangat penting untuk membangun paradigm baru, dan manusia baru yang akan menjadi agen perubahan bagi suatu peradaban. Dan bagi para pengkaji buku-buku Iqbal akan menemukan bagaimana Iqbal meletakkan konsep yang sangat penting dalam melakukan kritik baik terhadap pemikiran Islam maupun pemikiran Barat, untuk membentangkan jalan bagi fase baru, yaitu fase membangun Philosophy of self agar mampu membentuk jati diri umat Islam yang akan menjadi actor dalam sejarah dan pencipta peradaban.

Dalam karya-karya Iqbal, kita akan melihat bagaimana Iqbal mengkritisi pemikiran Asy’ariah, Mu’tazilah, dan Falasifah, juga mengkritisi upaya para pemikir klasik dalam membangun pemikiran Islam di abad pertengahan seperti Imam Ghozali dan Ibnu Rusydi, sebagaimana Iqbal menyebutkan sisi-sisi positif dari karya pemikiran mereka.

Kritik Iqbal terhadap turots pemikiran Islam, adalah kritik yang sangat membangun, bukan kritik menghancurkan atau memusnahkan sebagaimana halnya yang dilakukan oleh para pemikir sekular. Oleh upaya kritik turats Iqbal mendapat sambutan positif dari tokoh-tokoh pembaharuan Islam.

Wallahu ‘Alam  Bisshowwab

56

Nur Farid Lahir di Tasikmalaya 23 September 1985. Riwayat Pendidikan: Pon Pes Muhammadiyah Al Furqon Tasikmalaya 2005. SI Akidah Filsafat, Fak. Usuluddin Univ. Al Azhar New Damietta, Egypt 2009. Hingga sekarang sedang menempuh Program Master di American Open University Cairo, Egypt. Aktivitas yang pernah diikuti: Kajian Pemikiran Al Hikmah-PCIM Mesir (2014), Akademi Gerakan Pembaharuan Islam Yaqdzotul Fikri, El Maadi, Mesir (2014). Musim Tsaqofi IIIT (Internasional Institute Of Islamic Thought) Cabang Mesir 2015-2016.

LEAVE YOUR COMMENT

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *