Home Kajian Tematik Kritik Muhammad Iqbal Terhadap Pemikir dan Aliran Pemikiran Islam Di Abad Pertengahan (1)
Kritik Muhammad Iqbal Terhadap Pemikir dan Aliran Pemikiran Islam Di Abad Pertengahan (1)

Kritik Muhammad Iqbal Terhadap Pemikir dan Aliran Pemikiran Islam Di Abad Pertengahan (1)

27
0

Kajian tentang upaya Muhammad Iqbal dalam mengambil kritik turots sebagai langkah awal untuk membangun pemikiran Islam modern dan mewujudkan cita-cita kebangkitan Islam kurang sempurna kalau kita tidak mengkaji seperti apa bentuk kritikan Iqbal terhadap turots Islam. Oleh karena itu, melalui tulisan ini penulis ingin melengkapi kekurangan tersebut dengan memaparkan bebrapa sampel saja.

Muhammad Iqbal  sebagai seorang filosof Islam mengakui bahwa pemikiran Islam telah mengambil manfaat dari Filsafat Yunan yang merupakan suatu kekuatan intelektual yang sangat besar. Akan tetapi yang menjadi permasalahan adalah ketika Filsafat Yunan mampu mendominasi pemikiran Islam dalam kajiannya tentang tema-tema akidah dan studi Al Quran, hingga tersekat oleh pemikiran Yunan yang kajiannya hanya terbatas pada pandangan teoritis dan jauh dari praktek empiris.

Dalam bukunya Tajdid Tafkir Ad Dini fil Islam Iqbal mengatakan bahwa “Sesungguhnya Filsafat Yunan—sebegaimana kita ketahui bersama—merupakan kekuatan intelektual yang sangat besar  dalam sejarah Islam, akan tetapi kalau kita mengkaji secara detail studi/tafsi Al Quran, dan tulisan-tulisan para ulama kalam dengan berbagai alirannya yang berkembang dari ide-ide pemikiran Yunan, akan menyingkapkan kita tentang suatu hakikat yang sangat nampak bahwa Filsafat Yunan—walaupun telah memperluas cakrawala para pemikir Islam—namun ia telah menutupi akal para pemikir Islam dalam memahami Al Quran.

Titik permasalahnya menurut Iqbal bahwa Socates dan para filosof setelahnya dari murud-murid Plato, metodologi kajiannya hanya terbatas pada perenungan akal semata, kemudian menyampingkan kekuatan empiris dan  panca indra, dan menurut Iqbal hal ini jelas bertentanga dengan spirit Al Quran yang hingga makhluk kecil sepeti lebah pun menjadi objek kajian. Bahkan Al Quran mengajak kita untuk memperhatikan bagaimana pergerakan arah angin, apa hikmah dari pergantian siang dan malam, pergerakan awan, kemudian langit dan bintang-bintang yang berada di dalamnya yang beredar tanpa henti.

Iqbal juga berkata:

“Betapa jauhnya ide tersebut (pemikiran Yunan) dari ajaran Al Quran yang menjadikan pendengaran dan penglihatan sebagai sebaik-baiknya ni’mat Allah SWT yang diberikan kepada hambanya. Bahkan Al Quran menjelaskan bahwa Allah SWT akan bertanya kepada keduanya  di akhirat nanti atas apa yang diakukannya selama di dunia.”

Kemudian Muhammad Iqbal sangat menyayangkan ketika kenyataan ini tidak disadari oleh para pemikir dan ulama pendahulu yang telah terbuai oleh Filsafat Yunan, hingga menjauhkan mereka dari logika Al Quran.

Iqbal berkata:

“Kenyataan ini telah dilewatkan oleh ulama Islam yang mengkaji Al Quran setelah terbuai oleh Filsafat Klasik, hingga mereka  mengkaji Al Quran menurut perspektif pemikiran Yunan.”

Mereka para ulama pada mulanya belum menyadari kenyataan ini, hingga dalam beberapa rentang waktu mereka membeo mengikuti trend pemikiran yang sejatinya bertentangan dengan spirit Al Quran.

Oleh karena itu Iqbal mengatakan:

“Dan selama lebih dari dua abad—sebelum nyata bagi mereka bahwa spirit Al Quran bertentagan dengan Filsafat Klasik, muncul dari pemikiran mereka upaya revolusi pemikiran yang pengaruhnya hingga hari ini belum bisa diketahui secara menyeluruh .”

Sebagaimana Platonisme dan juga yang lainnya dari Filsafat Yunan yang banyak memberikan pengaruh negative terhadap para sufi dan filosof isyraq ketika mereka menyeru kepada fana bukan kepada kekalan, menyeru meninggalkan materi, sebagaimana menyeru untuk lari dari kehidupan dunia, bukan menundukkannya. Bahkan Iqbal berpendapat bahwa yang menjadi penyebab ditinggalkannya amal dan jihad adalah dominasi Filasafat Yunan pada intelektualitas Arab.

Iqbal mengatakan:

“Kritikan saya terhadap Plato pada dasarnya adalah kritikan terhadap semua ajaran Filsafat yang menyeru kepada fana, bukan baqo, yang menyampingkan materi dan menganganggapnya sebagai ancaman terbesar bagi kehidupan dunia, hingga mereka menyeru untuk lari dari kehidupan dunia bukan menaklukkan dan menguasainya.”

Kritikan-ktikan Iqbal telah menjadi pukulan telak bagi para pemikir Barat modern seperti Ernest Renan yang mengklaim bahwa Filsafat Yunan lah yang telah membawa para pemiir Islam kepada kemajuan peradaban di abad pertengahan. Di sini kita melihat Iqbal memandang sebaliknya, justru Filsafat Yunani lah yang telah menutupi akal dan pandangan para ulama Islam dari ajaran Al Quran, dan teah memalingkan mereka dari metodologi empiris.

Pengaruh dari Filsafat Yunan  di satu sisi, dan revolusi pemikiran atasnya yang terjadi pada periode mutakhir di sisi lain, telah memberikan pengaruh terhadap para filosof Islam dan ahli kalam, hingga  kemudian hal inilah yang mendorog Imam Ghozali, Ibnu Rusydi, Asy’ariyah, mu’tazilah dan yang lainnya untuk membangun pemikiran Islam, yang pengaruh negative dan positifnnya masih terasa hingga hari ini.

Lantas seperti apakah bentuk kritikan Iqbal terhadap para pemikir dan aliran pemikiran Islam? Pertanyaan ini insya Allah akan penulis jawab pada tulisan selanjutnya.

Referensi:

  • Muhammad Iqbal, Tajdid Tafkir Ad Dini fil Islam.
  • Badran Masud, Al Madkhol An Naqdi li ‘Iadati Binail Fikril Islami Indal Alamah Muhammad Iqbal, Majalah Islamiyatul Ma’rifah

27

Nur Farid Lahir di Tasikmalaya 23 September 1985. Riwayat Pendidikan: Pon Pes Muhammadiyah Al Furqon Tasikmalaya 2005. SI Akidah Filsafat, Fak. Usuluddin Univ. Al Azhar New Damietta, Egypt 2009. Hingga sekarang sedang menempuh Program Master di American Open University Cairo, Egypt. Aktivitas yang pernah diikuti: Kajian Pemikiran Al Hikmah-PCIM Mesir (2014), Akademi Gerakan Pembaharuan Islam Yaqdzotul Fikri, El Maadi, Mesir (2014). Musim Tsaqofi IIIT (Internasional Institute Of Islamic Thought) Cabang Mesir 2015-2016.

LEAVE YOUR COMMENT

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *