Home Berita Cucu Gandhi Menyurati Aung San Suu Kyi
Cucu Gandhi Menyurati Aung San Suu Kyi

Cucu Gandhi Menyurati Aung San Suu Kyi

19
0

JOHANNESBURG- PENAPEMBAHARU.COM- Cucu perempuan Mahatma Ghandhi telah menulis surat ke Aung San Suu Kyi, ia menghimbau untuknya agar menggunakan jabatannya untuk menghentikan penyerangan terhadap muslim Rohingya di Rakhine, sebagaimana dilaporkan oleh African daily The Times pada senin kemarin.

“kami menghimbaumu untuk dapat mengerahkan kekuatan dan pengaruhmu untuk menjamin bahwa pemerintah Myanmar dapat merangkul penduduk di wilayah (Rakhine) tersebut atas nama kemanusiaan dan rasa kasihan”, kata Ela Gandhi, aktifis perdamaiaan dan mantan anggota parlemen Afrika Selatan.

Ia mengatakan bahwa ia percaya Suu Kyi, Nobel yang dihadiahi padanya sangat dihormati oleh semua orang dan dapat digunakan sebagai sarana untuk mengakhiri konflik.

Suu Kyi juga merupakan penerima International Mahatma Gandhi Award for Reconciliation and Peace, yang dihadiahi padanya pada 2009 ketika ia menghadapi banyak keterbatasan, termasuk sebagai tahanan rumah.

Mahatma Gandhi merupakan pemimpin gerakan kemerdekaan dari kekusaan Inggris

mantan aktivis anti Apertheid Tutu juga menulis kepada Suu Kyi minggu lalu untuk dapat mengintervensi terahdap krisis kemanusiaan yang terjadi di sana.

“jika harga yang anda berikan untuk dapat meraih kantor besar di Myanmar adalah dengan kebisuan anda, harga tersebut terlalu naif”, kata Tutu dalam pernyataanya.

Rohingya, sebagaimana dijelaskan oleh PBB merupakan etnis terpersekusi di dunia, yang telah mengalami tekanan batin dengan adanya pembunuhan sejak 2012 lalu.

Kekerasan meletus di Rakhine sejak 25 Agustus lalu, media melaporkan bahwa militer Myanmar telah mengusir ribuan pemukim Rohingya dan menghancurkan rumah mereka dengan mortar dan senjata mesin.

PBB telah mendokumentasi pemerkosaan dan pembunuhan masal, termasuk kekerasan brutal terhadap anak-anak dan penculikan, Rohingya telah kehilangan 400 orang melalui pembunuhan, kata salah seorang representif di sana (Rakhine)

Kekerasan yang baru-baru ini terjadi di Rakhine, bermula 2 minggu yang lalu, ketika militer Myanmar melakukan operasi melawan Rohingya.

*By Hassan Isilow via Anadolu Agency

 

19

Faris Ibrahim Muhammad Faris Ibrahim. Lahir di Sungai Penuh 26 Mei 1998. Kuliah: Universitas Al Azhar Kairo Mesir, Fakultas Usuluddin. Riwayat Organisasi dan Aktivitas: Ketua ISMA (Ikatan Santri Ma'had Al Qudwah), KNRP, Pesona AL QUDS, Garuda Keadilan, Editor Ahsanta KMB, Kajian Al-Hikmah, Suara PPMI Mesir.

LEAVE YOUR COMMENT

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *