Home Dunia Kajian Lebih Dekat Dengan Perbankan Syariah
Lebih Dekat Dengan Perbankan Syariah

Lebih Dekat Dengan Perbankan Syariah

13
0

Oleh: Aminur Rohman

(Mahasiswa STEI SEBI)

    Tepatnya pada Tahun 1992 lahir pertama kali Perbankan Syariah yang kita kenal dengan Bank Muamalat. Bank Syariah merupakan lembaga komersil dengan menerapkan sistem Syariah didalamnya baik secara transaksi, akad, maupun pelayanannya. Sejak tahun 1992 hingga Tahun 2000-an Bank Muamalat lembaga perbankan dengan sistem Syariah bergerak sendirian ditengah perbankan konvensional kala itu sedikit sekali yang melirik Bank Syariah meskipun di Indonesia sendiri 80 persen penduduk muslim. Berawal pasca Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang Perbankan Syariah dan munculnya Undang-Undang Perbankan Syariah Tahun 2008 sejak itulah masyarakat Indonesia banyak melirik Bank Syariah bahkan mendirikan Bank Syariah seperti Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, BCA Syariah, Syariah Mega Indonesia, Bank Panin Syariah dan lain-lainya.

          Bank Syariah sangat berbeda dengan konvensional secara devinisi, produk, akad maupun prakteknya. Bank berbasis syariah ini tidak pernah merugikan mitra kerjanya satu contoh didalam bekerja sama atau bagi hasil (mudharabah atau musyarakah) Bank Syariah membagi hasil atau menetapkan nisbah menggunakan presentase katakanlah presentasenya 50% jika keuntungannya 100 ribu dari hasil usahanya maka 50% dari 100 Ribu adalah 50 Ribu. Jika keuntungannya 50 Ribu berarti bagi hasil dari keuntungannya adalah 50% yaitu 25 Ribu saja. Dengan begitu Bank Syariah tidak merugikan mitra kerjanya seperti perbankan konvensional karna dalam konsep bisnis perbankan syariah “bisnis itu tidak selalu untung”. Dalam Bank konvensional “bisnis itu selalu menguntungkan”.  Dua konsep ini sangat berbeda dan sudah jelas konsep perbankan syariah tidak merugikan pihak lain. untung bagi untung, rugi bagi rugi. Karna itulah yang islam ajarkan.

          Mungkin ada yang mengatakan “Bank Syariah sama saja denga Bank Konvensional sama-sama mencari untung”. dengan laga sombongnya. Memang betul  jika keduanya sama-sam mencari untung karna keduanya sama-sama lembaga komersil (usaha/bisnis) yang bergerak dibidang perbankan yang tujuannya mencari keuntungan bukan lembaga sosial. Namun yang perlu digaris bawahi dalam Bank Syari’ah dengan konsepnya sebagai Rahmatan lil’alamin akad yang digunakan sesuai tuntunan Islam yang notabennya untuk kebaikan umat bukan hukum posistif seperti konsep Bank Konvensional dimana konsep ini tidak mau menanggung rugi padahal dalam usaha atau bisnis bisa saja untung bisa saja rugi.

          Pada intinya Bank Syariah menerapkan konsep-konsep Islam didalamnya. Bicara Islam tidak lepas dari aturan-aturan baik yang dikandungnya hanya agama Islam yang mengtaur cara hidup manusia secara keseluruhan mulai dari cara makan, cara minum, cara tidur, cara mandi yang bener dan seterusnya. Hal yang begitu kecil diatur oleh Islam apalagi hal yang besar. Artinya Perbankan Syariah dengan sistem Islam didalamnya di atur untuk kesejahteraan umat. Maka dari itu ucapkan dan niatkan dalam hati “selamat tinggal Bank Konvensional” beralihkan kepada Bank anti Riba yaitu Perbankan Syariah sebab Majelis Ulama Indonesia (MUI) berfatwa tentang keharaman bunga bank Nomor 1 Tahun 2004.

Wallahua’alamu

=========================================

Tentang  Penulis

ainurohim

Nama lengkap                : Aminur Rohman

Nama Pana                    : Amin

Tempat Tanggal Lahir   : Bangkalan, 21 Januari 1996

Alamat Lengkap            : Kelurahan curug, RT.001 RW.01. nomor rumah 22,

                                        Kec. Bojongsari, Kode pos : 16517. Kota Depok

Nomor telepon/HP                  : 087788212516

Pekerjaan                       : Mahasiswa STEI SEBI

Alamat Email                 : aminurrohman732@gmail.com

Alamat URL Facebook : http://fb.com/aminurrohman.as-segaf

Profil Singkat:

Saya ini sedang menempuh pendidikan di STEI SEBI, Saya mulai menulis sejak duduk di bangku SMA, Dengan alasan bahwa setiap kita berhak berkarya ada pepatah  “jika kalian bukan Anak raja, bukan pula anak orang kaya, maka menulislah”. Dan “jika kalian ingin dikenang sejarah maka menulislah”. Saat ini saya aktif di Organisasi Kelompok Studi Islam Islamic Econokmic Forum (KSEI IsSEF) tepatnya di Departemen Pengembangan Potensi Dan Intelektual.

 

13

LEAVE YOUR COMMENT

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *