Home Dunia Ide 7 karakteristik Peradaban Islam
7 karakteristik Peradaban Islam

7 karakteristik Peradaban Islam

32
0

“Sesungguhnya dominasi Barat terhadap manusia telah mendekati titik kehancuran. Itu bukan disebabkan peradaban Barat yang mengalami kerugian secara material maupun lemah dalam segi kekuatan ekonomi dan paramiliter, melainkan karena sistem Barat (yakni, peranannya) telah habis masanya, sebab tidak dianggap memiliki neraca nilai yang mendukungnya memegang tampuk kepemimpinan” (Sayyid Qutb- Ma’alim fit Thoriq)

Dunia yang hari ini kita pijak adalah gambaran kehampaan kemanusiaan. Kita melihat ketidakserasian pokok berkehidupan, akhlaq dan pikiran, layaknya dua kutub yang saling memunggungi, ruh dan jasad saling mengangkangi, dzohir dan batin saling membenci. Ini disebabkan oleh sistem berkehidupan materialis yang tak sesuai dengan fitrah kemanusiaan, yang dipayungi oleh peradaban yang memisahkan manusia dari agama, yang memuja kepuasaan syahwat semata, memandang manusia layaknya binatang, dengan tidak menyertakan baginya perasaan dan akal pikiran, sistem yang mereka berdayakan adalah sistem fana, yang dapat berubah- rubah seketika, kebebasan bagi mereka, adalah kebebasan sebebas- bebasnya tanpa menyertakan di dalamnya batasan, sehingga tanggung jawab yang harusnya dipukul manusia untuk menjaga keharibaan firahnya teracuni oleh nafsu angkara.

Oleh sebab itu peradabaan tersebut sejatinya sedang diambang keruntuhannya, tepa tapa yang dikatakan oleh Filosof Amerika, John Dewey, “sesungguhnya peradaban yang menyertakan di dalamnya permusuhan tehadap nilai- nilai, dan tidak percaya terhadap kekuatan nilai- nilai tersebut, sejatinya peradaban tersebut sedang mengahancurkan dirinya sendiri”. Maka yang menjadi solusi adalah kembalinya Islam ke panggung peradaban, sebagaimna dahulu pernah menerangi sepertiga dunia dengan pelita kedamaiaanya, yang membuat manusia menemukan hakikat keberadaanya, yang paling komitmen dengan kebebasan, kesetaraan, tanggung jawab dan keadilan. Itulah peradaban Islam yang sedang berada di ufuk fajar mulai menerangi gulita kehidupan.

Untuk mengetahui seluk- beluk peradaban tersebut. Sudah selayaknya kita yang kelak akan menjadi tokoh utama dari perubahan tersebut, mengenal karakteristik dari wajah peradaban kita, berikut adalah 7 karakteristik dari proyek peradaban kita semua, peradaban Islam yang manaungi kesatuaan agama, bangsa, dan umat manusia:

  1. Bahwasanya peradaban Islam adalah peradaban Iman, iman kepada Allah Ta’ala, risalah- risalah-Nya, para Nabi Alahimussalam, dan risalah terkahir yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam. Yang dengan menjadikan iman sebagai perhatiaan pusat, maka peradaban Islam telah mengarahkan dirinya untuk dapat melindungi eksistensinya dengan batasan yang kebal dari intervensi latar belakang nilai- nilai ruhiyyah. Maka tidak ada keabsahan kebaikan kecuali untuk sang Pencipta semata.
  1. Bahwasanya peradaban Islam adalah peradaban yang senantiasa berkembang, tidak ada kekakuaan baginya, apalagi harus mengalami kemunduran, itu karena Islam yang melahirkan peradaban tersebut terus memonitori dan mengasuhnya sedemikian rupa, dan Islam tidak pernah melarang pemeluknya untuk berinovasi, selama inovasi tersebut tidak bertentangan dengan sila- sila Islami.
  1. Bahwasanya peradaban Islam adalah fleksibel, dalam artian bahwa peradaban Islam tidaklah saklek menutup diri sejak kelahirannya, tidak demikian, peradaan Islam menerima pemberiaan dan memberikan terimaan. Oleh sebab itu, peradaban Islam berinteraksi dengan budaya- budaya selainnya, malah mewadahinya serta membinanya agar tetap dalam koridor fitrah kemanusiaan yang telah ditetapkan.
  1. Peradaban Islam adalah peradaban cinta dan damai. Dan Allah Ta’ala telah menjadikan penghormatan penghuni perdaban tersebut dengan senantiasa menebar salam. Yang menjadikan peradaban tersebut kental dengan nuansa perdamaian, sampai- sampai para Orientalis menermakan kondisi tersebut dengan satu istilah sendiri, kedamaiaan Islam.
  1. Peradaban Islam adalah peradaban toleransi, tidak ada kebencian di dalamnya, tidak ada paksaan dalam beragama, dan telah jelas Allah Ta’ala firmankan tentangnya dalam Al- Qur’an, Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari mereka dan katakanlah: “Salam (selamat tinggal)”. Kelak mereka akan mengetahui (nasib mereka yang buruk)”. (Az- Zukhruf: 89)
  1. Peradaban Islam adalah perdaban berdinamika. Maka peradaban ini sejak kelahirannya dan sampai sekarang, terus hidup tak lekang zaman, tak akan pernah mati sama sekali. Walaupun negara- negara Islam telah terpecah- pecah dalam sejarahnya, namun perpecahan kesatuan politik tersebut tidak sama sekali mempengaruhi nafas dinamika peradaban yang terus hidup.
  1. Perdaban Islam adalah perdaban kemanusiaan dengan segala maknanya. Prioritasnya pertama dan terakhir adalah kebaikan manusia secara keseluruhan, menebar kasih sayang, megawal kemajuan dan perkembangannya, membina jiwa, ide- ide kooperatif, keuangan, dan mengecam segala bentuk kejahatan kemanusiaan, dan berusaha semaksimal mungkin untuk mengikis marabahaya yang senantiasa mengancam, menjadi perisai bagi kemanusiaan secara keseluruhan. Itulah peradaban Islam.

Membaca gambaran- gambaran di atas tentunya akan membuka pikiran kita, tentang gambaran suatu zaman yang sangat established. Siapa yang tidak menginginkan dunia yang demikian tergambar? Semua satu dalam barisan kesatuaan, rukun saling bantu membantu, topang menopang, damai- mendamaikan, semua pasti menginginkannya.

Maka sangatlah aneh dan mengagetkan, apabila ada segelintir orang yang menolak peradaban Islam bangkit kembali, sehingga muncul pertanyaan dalam benak kita, siapa sebenarnya mereka? yang enggan mencintai kedamaiaan? Yang menolak kesatuaan dalam perbedaan? Yang membenci toleransi hakiki kembali unjuk gigi? Yang alergi menermakan kemanusiaan di koridor fitrahnya? Manusia macam apakah mereka? atau..apakah mereka manusia?

Allahu a’lam bis showab..

*Referensi: Dirasat finn Nudzum Islamiyyah

32

Faris Ibrahim Muhammad Faris Ibrahim. Lahir di Sungai Penuh 26 Mei 1998. Kuliah: Universitas Al Azhar Kairo Mesir, Fakultas Usuluddin. Riwayat Organisasi dan Aktivitas: Ketua ISMA (Ikatan Santri Ma'had Al Qudwah), KNRP, Pesona AL QUDS, Garuda Keadilan, Editor Ahsanta KMB, Kajian Al-Hikmah, Suara PPMI Mesir.

LEAVE YOUR COMMENT

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *