Home Dunia Ide Inilah Nasihat Hati
Inilah Nasihat Hati

Inilah Nasihat Hati

99
0

mata bisa salah memandang

mulut bisa salah berucap

namun hati tak pernah salah merasa

Hati adalah sesuatu yang dapat menggerakan aktifitas seseorang, ketika hati itu tenang dan tentram maka suatu aktifitas seseorang bisa menjadi penyemangat dalam dirinya. Begitu juga sebaliknya ketika hati itu patah dan gelisah tak ada yang lebih mengenakan selain ucapan amarah yang terlontar dari mulutnya serta sikap  yang tidak jelas arahnya kemana.

Ketenangan hati bisa kita gapai ketika semua amalan yang dilakukan mampu menggerakan jiwanya sampai kepada totalitas ketakwaan kepada Allah. Dan diantara amalan-amalan yang mampu meraih ketenangan hati adalah :

 1. Syukuri Nikmat

“Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kamu dustakan?” (QS. Ar Rahman: 13)

Jika kita mau merenung sejenak, nikmat Allah SWT memang tak sanggup kita hitung. Allah SWT melimpahkan seluruh karunianya dalam setiap detik hidup kita. Banyaknya nikmat Allah SWT ini tentu tak mampu kita syukuri semuanya. Namun, Allah SWT tidak sedikit pun memperhitungkannya. Oleh sebab itu, bukan berarti kita lantas abai untuk selalu bersyukur.

Mensyukuri setiap pemberian Allah dapat menjadikan hati kita menjadi tenang. Bukan tak mungkin, karena setiap kita bersyukur, kita menerima dengan lapang dada apapun ketetapan Allah SWT untuk kita nikmati. Bisa saja, sesekali Allah SWT tidak memberikan apa yang kita panjatkan dalam doa. Bisa jadi Allah SWT menunda memenuhi doa-doa kita atau menggantikannya dengan yang lebih baik. Yakinlah bahwa Allah SWT lebih tahu apa yang kita butuhkan, meski kadang bukan apa yang kita inginkan. “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nahl: 18)

2. Membaca Al Quran

Hati dan pikiran yang tenang dapat membuat aktivitas kita berjalan dengan lancar. Demikian halnya jika hati kita gelisah dan pikiran dipenuhi dengan prasangka buruk. Al Quran berisi dengan ayat-ayat yang penuh makna. Banyak ayat yang penuh dengan janji Allah Yang Maha Menepati Janji. Dengan membacanya atau mendengarkan bacaan Al Quran tentu akan membuat hati lebih tenang karena mendekatkan kita dengan Sang Pencipta, mengingatkan kita akan Keagungan Tuhan semesta alam.

Selain itu, bacaan Al Quran adalah bacaan yang indah karena Allah SWT mencintai keindahan. Tentu dengan mendengarkan keindahan dari setiap ayat-ayat Al Quran, pikiran akan menjadi lebih tenang dan beban perasaan akan tertutupi. “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar Ra’d: 28)

3. Perbanyak Dzikir & Istighfar

Gelisah, takut, cemas, perasaan negatif lainnya akan membuka celah bagi syaithon untuk menggoda umat manusia melakukan hal-hal yang dilarang bahkan dibenci oleh Allah SWT. Perasaan ini muncul akibat dari kesalahan yang kita lakukan atau prasangka buruk terhadap suatu keadaan. Untuk membuat hati menjadi jauh lebih tenang, perbanyak dzikir dan istighfar. Dengan dzikir dan istighfar, menjauhkan prasangka negatif dan membantu menenangkan diri

Dengan memperbanyak Istighfar dan dzikir, secara tidak langsung kita berusaha untuk menghilangkan beban pikiran yang mengganggu tersebut. Sehingga pikiran dan hati kita akan jauh lebih tenang dan terasa lega.

4. Kerjakan Shalat Malam

Sepertiga akhir malam merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa. Allah SWT membukakan pintu-pintu syurga dan mendengar doa setiap hamba-Nya yang terbangun dan mendirikan sholat di sepertiga terakhir setiap malam.

5. Sabar & Berpikir Positif

Lebih baik bersabar dengan hasil maksimal daripada terburu-buru dan terbawa emosi kemudian akhirnya membuahkan hasil yang mengecewakan. Mungkin hal tersebut perlu ditanamkan dalam diri kita masing-masing. Allah SWT lebih mencintai usaha kita dan bukan hanya sekedar hasil. Karena usaha tak akan menghianati hasil, demikian kata pepatah.

Ada baiknya,untuk memupuk kesabaran sehingga kita termasuk golongan orang-orang yang dicintai Allah SWT karena bersabar. “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah SWT) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah: 153)

Selain bersabar, penting untuk membiasakan diri berpikir positif akan semua keadaan yang kita hadapi. Islam lebih mengutamakan husnudzon (berbaik sangka) dan melarang su’udzon (berburuk sangka). Apalagi terhadap ketetapan-ketetapam Allah SWT. “Dan janganlah kamu berputus-asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus-asa dari rahmat Allah hanyalah orang-orang kafir.” (QS. Yusuf: 87)

6. Seimbangkan urusan duniawi dan syurgawi

“Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al Fajr: 17)

Kehidupan di dunia hanya sementara. Terkadang manusia terlena dengan kehidupan sementara di dunia ini. Yang merasa punya kehidupan yang kurang berkecukupan, berlomba-lomba untuk kesenangan dunia. Sedangkan yang sudah berpunya, lupa diri dan seolah ingin memeluk dunia dan seisi. Tak sedikit yang rela melakukan apapun untuk kesenangan dunia.

Hal inilah yang justru membuat hati menjadi tak tenang. Perasaan yang ingin memiliki segala hal dan selalu merasa kurang dengan kondisi yang ada. Kita akan selalu terburu-buru melakukan sesuatu dan lebih memilih terus mencari materi, dengan mengabaikan kehidupan yang lebih kekal, di akhirat.

Oleh sebab itu, penting untuk tetap menyeimbangkan urusan untuk kehidupan duniawi dan kehidupan kekal nanti. Sebagaimana ungkapan dalam bahasa Arab berikut: “Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau hidup selamanya. Beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau mati besok.”

7. Bantu Saudaramu

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 261)

Allah SWT telah menjanjikan pahal yang berlipat-ganda pada kita yang mau dan mampu menafkahkan sebagian rejekinya di jalan Allah SWT untuk ketaatan dan kebaikan, salah satunya dengan membantu orang lain.

Dengan membantu orang lain, kita akan lebih menghargai nikmat yang Allah berikan untuk kita. Kita perlu menyadari bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang diuji dengan ujian yang lebih besar dari kita. Oleh sebab itu, membantu orang lain juga akan membantu kita menyadari betapa besar kekuasaan Allah SWT dan seberapa besar nikmat Allah SWT untuk kita. Hal ini akan membuat hati kita menjadi lebih tenang.

berkata Fadhilatu asy-Syaikh Shalih al-Fauzan _hafizhahullah_ berkata :

“Betapa banyak kami melihat manusia berlomba-lomba dan bergegas dalam mencari dunia yang mereka takut terluputkan darinya. Kami melihat mereka duduk-duduk dan berlambat-lambat untuk menghadiri shalat lima waktu yang merupakan tiang agama (Islam), Betapa banyak kami melihat mereka duduk berjam-jam di jalan-jalan dan toko-toko bertahan dengan cuaca panas dan dingin demi mencari dunia. Namun kami tidak melihat mereka bersabar (hanya) untuk duduk beberapa menit saja di masjid untuk mengerjakan shalat atau membaca al-Qur’an. Betapa banyak kami melihat sebagian anak muda kaum muslimin berlomba-lomba ke lapangan pertandingan bola, mengeluarkan biaya yang banyak (hanya) demi mendapatkan tiket masuk (ke stadion) serta (rela) berdesak-desakan dengan ribuan penonton yang lainnya.

Bahkan terkadang sampai menghabiskan siang dan malamnya, berdiri tegak, membelalakkan mata, serak suaranya (hanya) untuk melihat (jalannya) pertandingan dan mengetahui siapa yang mendapatkan kemenangan di antara mereka. Mereka persembahkan jerih payah yang mereka lakukan di jalan syaitan.

Apabila mereka di seru untuk melaksanakan shalat lima waktu di masjid (dengan seruan) *hayya alas sholah* mari mendirikan shalat *hayya alal falah* mari menuju kemenaganan mereka buta, tuli dan berpaling. Seakan-akan muadzin mengajak ke penjara atau menginginkan balasan dari mereka, Allah _Subhanahu wa Ta’ala_ berfirman (artinya) : “Apabila dikatakan kepada mereka *rukuklah*(shalatlaj) mereka enggan rukuk * celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan(kebenaran).” [ al-Mursalat : 48 ]

Dalam ayat yang lain Allah menegaskan (artinya) : “(Ingatlah) pada hari betis disingkapkan dan mereka diseru untuk bersujud, maka mereka tidak mampu * Pandangan mereka tertunduk ke bawah, diliputi kehinaan. Dan sungguh dahulu (di dunia) mereka telah diseru untuk bersujud waktu mereka sehat (tetapi mereka tidak melakukan).” [ al-Qalam : 42 – 43 ]

begitulah nasihat hati yang terkadang banyak diantara orang lupa dalam melakukannya, padahal hati inilah yang akan menetlarisir segala perbuatan kita dalam sehari-hari. dengan hatilah manusia mampu menjalankan aktifitasnya dengan tenang dan tentram, hanya dengan hatilah kita mampu meraih sebuah kebahagiaan yang hakiki.

wallahu’alam.

99

ari putra Nama Saya Ari putra utama Tempat dan tanggal Lahir, Bekasi 27 juli 1996, saat ini saya sedang mengenyam pendidikan S1 di Universitas Al Azhar Mesir fakultas ushuluddin, SMA di pondok pesantren Khairul Bariyyah Kota Bekasi, pernah aktif di lembaga dakwah kampus kota bandung dan pernah menjabat juga sebagai ketua OSIS ma'had Khairul Bariyyah Kota Bekasi.

LEAVE YOUR COMMENT

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *