Home Berita Jeritan Hati Mahasiswa Indonesia di Mesir; “KAMI MOHON BEBASKAN ADIK KAMI!!!”
Jeritan Hati Mahasiswa Indonesia di Mesir; “KAMI MOHON BEBASKAN ADIK KAMI!!!”

Jeritan Hati Mahasiswa Indonesia di Mesir; “KAMI MOHON BEBASKAN ADIK KAMI!!!”

45
0

CAIRO, PENAPEMBAHARU.COM–Senin malam 04/12 Dunia Masisir (Mahasiswa Indonesia di Mesir) kembali mendapatkan surat jeritan hati salah seorang teman Fitra setelah ia menjenguk Fitra yang sedang di tahan di kantor kepolisian Mesir.

Dalam surat tersebut, Sang Teman menyambungkan pesan Fitra kepada pihak KBRI agar sesegera mungkin berusaha untuk mengeluarkannya dari tahanan.

Dalam surat yang berjudul ” SAYA TAK TAHAN UNTUK TIDAK MENULISKAN INI! “, Sang Teman juga mengungkapkan rintihan hatinya ketika Fitra bertanya “KAPAN ANA PULANG?”.

Berikut isi surat dari teman Muhammad Fitra setelah ia menjenguknya:

SAYA TAK TAHAN UNTUK TIDAK MENULISKAN INI!

Malam ini, 4 des 2017 pukul 18.00 CLT saya dan seorang teman berkesempatan untuk mengunjungi saudara kami, adik kami; Muhammad Fitrah Nur Akbar.

Tepat pukul 19.45 CLT kami mendapatkan giliran untuk menemui adik kami ini setelah satu jam lebih berdiri didalam antrian yang cukup panjang bersama warga mesir lainnya. Tak lama waktu yang kami miliki, sungguh sangat singkat jika dibandingkan dengan lamanya waktu kami menunggu dalam barisan itu. Hanya 1 menit kurang waktu yang kami dapatkan untuk bertemu.

Ada satu hal yang membuat dada ini begitu sesak, tidak ada kalimat lain yang keluar dari bibirnya selain kalimat, “KAPAN ANA PULANG?” (Dalam suara yang berat dan ekspresi wajah yang sangat sulit digambarkan)

Tak terasa air mata kamipun meleleh dicecar dengan pertanyaan ini secara bertubi-tubi. Bahkan untuk menjawab pertanyaan kami tentang kondisinya disinipun dia tidak mau menjawab. Dia terus menerus bertanya “KAPAN ANA PULANG?”. Sebuah pertanyaan yang dipenuhi dengan kemarahan, kekecewaan dan harapan untuk dapat kembali kepangkuan ibu pertiwi. Hanya tangan ini yang bisa saya ulurkan untuk mengelus kepalanya sebagai jawaban dari kebisuan lisan kami

“Maafkan kami yang tak bisa berbuat banyak untuk kebebesan antum. Kami akan terus berusaha menyampaikan ini kepada perwakilan KBRI”, itulah kalimat penutup yang kami ucapkan dalam pertemuan singkat itu sembari menangkupkan tangan kami didada.

Kami memohon siapapun pihak yang memiliki wewenang dalam hal ini, KBRI MESIR agar terus berusaha melakukan upaya-upaya terbaik demi kebebesan adik kami, Fitrah. Sudah 13 hari dia berada disana tanpa kejelasan atas tuduhuan dan kesalahan apa dia ditangkap. Sungguh bukan hanya raganya yang terkungkung dalam jeruji besi itu, melainkan seluruh mimpi-mimpi yang dia bawa dari bumi pertiwipun ikut terkungkung dalam jeruji besi itu. KAMI MOHON BEBASKAN ADIK KAMI, BEBASKAN SAUDARA KAMI!!!!

45

LEAVE YOUR COMMENT

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *