Home Dunia Pemikiran Analisa Reuni Alumni 212 : “Persatuan Umat dan Kebangkitan Politik Islam”
Reuni Alumni 212 : “Persatuan Umat dan Kebangkitan Politik Islam”

Reuni Alumni 212 : “Persatuan Umat dan Kebangkitan Politik Islam”

36
0

Oleh : Imam Muslim, S.Pd

Hingga hari ini umat islam masih merasakan suasana persatuan ukhuwah islamiyah yang begitu erat dalam agenda reuni alumni 212 yang diselenggarakan di Monas Jakarta (2/12). Agenda yang tahun lalu dilaksanakan pada tanggal dan bulan yang sama ini menitipkan begitu banyak pesan kepada umat Islam Indonesia bahkan seluruh dunia. Diantaranya semangat persatuan, semangat persaudaraan, semangat pengorbanan, dan tentunya semangat bela agama.

Menariknya, sebelum agenda ini dilaksanakan, Kapolri Tito Karnavian menyebut bahwa agenda ini memiliki unsur politik yang mereka siapkan untuk perpolitikan Indonesia di tahun mendatang. Sama seperti agenda 212 yang dilakukan tahun kemarin, ia memiliki unsur politik yang salah satu isinya adalah meminta polisi untuk segera menahan ahok (mantan Gubernur Jakarta) atas tuduhan penistaan agama. “Jelas sekali kan dulu arahnya kemana itu. Kan arahnya ke gubernur yang lama [Ahok] kan itu politik tinggi sekali, Ini juga enggak akan jauh-jauh dari politik juga, politik 2018. Ini pastinya ke arah politik 2018-2019,” ungkap Tito di Gedung Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (30/11/2017).

Kalaupun memang agenda tersebut memiliki muatan politik, lalu apa salahnya? Bukankah hak politik itu sama antara umat islam dengan umat yang lainnya? Pernyataan yang menabrakan agenda Islam dengan politik seakan menahan umat untuk aktif dalam dunia politik. Ibadah cukup dengan shalat, ngaji, dzikir dan semua rangkaian ibadah rutinitas. Tempat ibadah umat Islampun hanya khusus dilakukan di mesjid saja. Diluar itu, maka tidak bernilai ibadah. Padahal islam sendiri telah mengatur hidup manusia dari mulai bangun tidur sampai tidur kembali. Dari hal yang terkecil sampai hal yang besar. Termasuk didalamnya politik.

Muhammad Natsir pernah mengatakan “Islam beribadah itu akan dibiarkan. Islam berekonomi akan diawasi, islam berpolitik akan dicabut sampai keakar-akarnya”. Berapa banyak kebijakan dan anggapan pemerintah yang nyatanya bersifat diskriminatif terhadap umat islam. Dari mulai perpu ormas, kriminalisasi ulama, tudingan anti kebhinekaan, standar ganda dalam penegakan hukum terhadap umat islam,  bahkan aksi teroris acap kali dikaitkan dengan umat islam. Wajar jika dalam reuni akbar tersebut adalah momen kebangkitan politik Islam di Indonesia. Selama ini umat islam selalu digiring agar terbuai dan mati suri terhadap politik. Mereka dihadiahi media-media yang siap mencuci otak mereka hingga umat lemah dalampolitik.

Syeikh Yusuf al Qardhawi mengatakan bahwa islam bukanlah melulu aqidah teologis atau syiar-syiar peribadatan, ia bukan semata-mata agama yang mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhannya, yang tidak bersangkut paut dengan pengaturan hidup dan pengarahan tata kemasyarakatandan negara. Tidak demikian islam adalah akidah dan ibadah, akhlak dan syariat yang lengkap. Dengan kata lain, islam  merupakan tatanan yang sempurna bagi kehidupan individu, urusan keluarga, tata kemasyarakatan, prinsip pemerintahan dan hubungan internasional.

Oleh karena itu wajar saja jika umat islam mulai bangkit menata perpolitikan bak singa yang terbangun dari tidurnya. Kebangkitan politik Islam akan menimbulkan kekhawatiran dari golongan anti-islam. Yang jarang kita perhatikan sebuah fakta bahwa Islam sebagai agama rahmatan lil alamin. Dan dalam sejarahnya ketika umat Islam sebagai mayoritas memegang kendali politik, tidak ada kaum minoritas yang ditindas dan dilecehkan. Turki misalnya sudah membuktikan. Maka ini bukan sekedar aksi semata, gerakan 212 adalah reaksi atas apa yang dialami umat Islam beberapa tahun terkahir.

Wallahu a’lam bishowab

36

Azhar Fakhru Rijal TTL : Tasikmalaya, 05 Agustus 1995 Riwayat Pendidikan : SMA/MA Al Furqan 2013. Kuliah Annuaimy-Jakarta 2016. Tahfidz Al-jandal 2016. AKtivitas Keilmuan : FLP Jakarta Kammi Djuanda Garuda Keadilan Tasikmalaya

LEAVE YOUR COMMENT

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *