Home Berita Surat Seorang Mahasiswa Indonesia di Cairo Mengeluhkan Nasib Rekannya Dalam Tahanan Mesir
Surat Seorang Mahasiswa Indonesia di Cairo Mengeluhkan Nasib Rekannya Dalam Tahanan Mesir

Surat Seorang Mahasiswa Indonesia di Cairo Mengeluhkan Nasib Rekannya Dalam Tahanan Mesir

31
0

CAIRO, PENAPEMBAHARU.COM–Kasus penahanan Mahasiswa Indonesia di Cairo oleh kepolisian Mesir yang sudah berlangsung selama 2 minggu, hingga hari ini masih terus menjadi perbincangan hangat WNI di Mesir.

Menurut Press Release KBRI Cairo 5 mahasiswa Indonesia ditahan sejak 22 November 2017 karena terkena razia kepolisian Mesir, 2 orang telah dibebaskan karena memiliki kelengkapan dokumen dan izin tinggal, 2 orang lainnya diputuskan dideportasi pada kamis 30/12 karena tidak memiliki kelengkapan dokumen, dan 1 orang lagi, saudara Fitra masih berada di dalam tahanan padahal memiliki izin tinggal dan bersetatus mahasiswa.

Salah seorang teman dari Fitra pernah menjenguknya sambil mengantarkan makanan, ia sangat prihatin dengan kondisi Fitra seorang diri di dalam tahanan, apalagi bertepatan dengan musim dingin. Fitra harus berdiam diri diruang tahanan yang sempit bersama tahanan lainnya, ruangan yang menjadi tempat tidur, merenung, sekligus buang air.

Salah seorang teman Fitra menuliskan surat menyampaikan irisan hatinya mengeluhkan kondisi Fitra, berikut isi surat yang sangat viral di kalangan mahasiswa Indonesia di Mesir;

Assalamualaikum. Wr. Wb

Sebuah tulisan dari sahabatku dan untuk saudaraku..

Sahabatku, tepat tgl 2 desember lalu bertepatan dengan genabnya 10 hari saudara kita berada dalam tahanan, tapi sampai saat ini kasus nya belum jua bisa di selesaikan, beliau masih di tahan di balik jeruji besi karatan, makanannya pun tak lebih dari roti ish yg pasti tak dapat mengenyangkan badan..

5 hari setelah dia di tahan, tepat saat pertama mengunjunginya wajahnya masih dapat tersenyum tegar walau aku tau itu hanya sebuah keterpaksaan, tapi kini 2 temen nya di dalam jeruji yg sama2 orang indonesia telah di deportasi, yg satu dengan alasan yg sudah pasti (dia tak terdaftar di universitas al-azhar maupun darul lughoh), dan yg satu lagi dengan alasan yg belum terjawab sampai saat ini (karena beliau mahasiswa yg terdaftar secara resmi di al-azhar, tapi tetap dideportasi)..

Semalam saat aku terakhir mengunjunginya, dia tak dapat berkata2 lagi, dia sudah tak dapat memberikan senyuman getirnya lagi, wajahnya begitu lusuh, keadaannya begitu kumuh, terakhir kali dia hanya memberikan pada kami selembar tisu yg bertuliskan barang2 kebutuhannya untuk di antar esok, tapi ada tulisan yg dia ulang sebanyak 2-3 kali, dia meminta agar dirinya segera di deportasi saja, dia sudah letih dengan ini semua. 3 hari belakanganpun para sahabatnya yg menjenguk juga mengatakan bahwa dia selalu berpesan hal yg sama..

Bukan karena tanpa alasan dia lebih meminta di deportasi, tapi karena kekecewaannya terhadap KBRI yg ia nilai begitu lambat mengurus pembebasan dirinya yg padahal sudah mendapatkan visa iqomah selama satu  tahun.

Apakah sebegitu lemahnya diplomasi KBRI kita?? Atau apakah sebegitu tidak berdanya KBRI untuk mengayomi kita sebagai anak2 bangsanya??

#SAVEMASISIR

31

LEAVE YOUR COMMENT

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *