Home Dunia Pemikiran Sikap Muslim dalam Menghadapi Cobaan
Sikap Muslim dalam Menghadapi Cobaan

Sikap Muslim dalam Menghadapi Cobaan

67
0

Santer belakangan ini video seorang komika Ge Pamungkas mencemoohi tentang cinta Allah kepada hambaNya dengan ragam ujian dan cobaan. Video yang viral di banyak media sosial ini mengundang banyak komentar dari netizen, diantaranya menyayangkan Ge untuk stand up dengan menyentuh perihal agama. Poin yang disentuh cukup sakral, karena Ge mempermainkan keyakinan umat Islam tentang cobaan atau ujian adalah bukti kecintaan Allah kepada hambaNya. Jelas pernyataan ini banyak menerima kecaman dari berbagai pihak, khususnya netizen.

Cobaan dalam Islam bukan hukuman yang harus kita cemoohi. Ia berupa perjalanan yang perlu muslim lalui untuk meninggikan derajatnya dunia akhirat. Ujian bukan serpihan yang perlu dijauhi karena menghalangi kebahagiaan di dunia. Karena dengannya para nabi kemudian yang semisalnya menjadi orang-orang besar dihadapan Tuhannya. Sungguh itu semua bukan kehinaan, kecuali bagi mereka yang telah hilang akalnya dan buta matanya.

Tidakah kita sadar bagaimana Yusuf bin Yaqub harus terusir dan bangkit dari dalam sumur untuk menjalani hidupnya. Begitu juga bagaimana terbunuhnya tiga Khulafaur rasyidin. Dan masih banyak kisah lainnya. Bukan karena hina, lemah dan bodo mereka diuji. Semakin kuat iman, semakin berat cobaan. Namun semakin berat Allah beri cobaan, maka semakin Allah cinta. Karena begitulah Rasulullah saw bersabda “Sesungguhnya balasan terbesar dari ujian yang berat. Jika Allah mencintai suatu kaum, maka Allah akan memberikan cobaan kepada mereka. Barangsiapa ridho, maka Allah pun ridho. Dan barangsiapa murka, maka baginya murka Allah.”

Kita juga harus merenungkan hadits Rasulullah SAW, “Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka, barang siapa yang ridho (terhadap ujian tersebut) maka baginya ridho Allah dan barang siapa yang marah (terhadap ujian tersebut) maka baginya murka-Nya.” Hadits ini memberikan pelajaran bahwa ujian atau cobaan adalah bukti kecintaan Allah kepada hamba jika hamba itu menerima dan siang menghadapi dengan pasrah diri hanya kepada Allah swt.

Sehingga korelasi antara kecintaan Allah kepada hambaNya dengan ujian dan cobaan itu sangatlah kental. Bagi seorang muslim ujian menjadi kewajaran dalam perjalanannya. Saya kira realitas seluruh manusia juga sama, bahwa kehidupan ini perlu perjuangan dan akan selalu ada rintangan. Begitu juga keniscayaan bagi seorang muslim, ia mantapkan keimanan lalu muncul ujian, dengan sabar ia melaluinya. Dan ia tingkatkan kesabaran, tentu cobaanpun setara dengan semakin kuatnya keimanan. Begitu pun dengan ganjaran yang Allah berikan semakin besar.

Tapi, yang perlu kita garis bawahi bahwa Allah tidak akan menguji hambaNya diluar batas kemampuannya. Artinya setiap kita diberi kesempatan untuk melalui cobaan yang ada. Begitulah kecintaan Allah dengan tidak memberikan cobaan diluar batas kemampuan hambaNya. Dengan cobaan ini kita diuji, kemana kita meminta pertolongan, bagaimana cara kita menghadapinya. Jika kita sabar dan melewati cobaan dengan cara yang diridhoinya, maka kita termasuk orang-orang yang mendapatkan ridhoNya.

Oleh karena itu, yang harus kita pegang dalam menghadapi ujian adalah sabar. Bukanlah suatu keburukan di mata Allah saat kita sabar melaluinya, meskipun jalan keluar tidak kunjung datang. Termasuk ketika dihadapkan dengan jalan keluar tapi tidak diridhoiNya, maka tetaplah bersabar. Al Manawi mengatakan “Barangsiapa yang menyangka bahwa apabila seorang hamba ditimpa ujian yang berat, itu adalah suatu kehinaan; maka sungguh akalnya telah hilang dan hatinya telah buta (tertutupi)…”

Wallahu a’lam bisshowab.

67

Azharrijal TTL : Tasikmalaya, 05 Agustus 1995 Riwayat Pendidikan : SMA/MA Al Furqan 2013. Kuliah Annuaimy-Jakarta 2016. Tahfidz Al-jandal 2016. AKtivitas Keilmuan : Ketua FLP Kuningan (2018/20), FLP Jakarta, Garuda Keadilan Tasikmalaya/Kuningan, PKSMuda Kuningan

LEAVE YOUR COMMENT

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *