Home Dunia Ide Mengokohkan Kondisi Umat dengan Kesatuan Hati
Mengokohkan Kondisi Umat dengan Kesatuan Hati

Mengokohkan Kondisi Umat dengan Kesatuan Hati

20
0

Oleh: Farhanah  (Mahasiswi STEI Sebi)

Memasuki akhir zaman seperti sekarang ini, banyak dari kita terkhususnya umat Islam sendiri yang lalai atau bahkan lupa bahwa tujuan hidup adalah untuk berdakwah dengan kedamaian  untuk kembali kepada Allah dalam keadaan yang diridhai, namun sangat disayangkan ketika hanya karena ambisi manusia yang ingin berkuasa dan serakah, itu semua menjadi penyebab utama perpecahan.

Allah SWT berfirman dalam al qur’an ;

“dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Maha perkasa, Maha bijaksana” (QS.Al-Anfal: 63)

Ayat diatas sudah sangat jelas bahwa hanya Allah lah yang dapat menyatukan orang-orang beriman, tidak ada selain Allah walaupun Nabi Muhammad saw sekalipun yang jika seandainya beliau memiliki harta yang berlimpah. Dan Allah menjadikan umat Islam adalah umat yang satu, namun adakalanya sebagian umat islam itu sendiri menjadikan agama yang satu terpecah-belah dengan adanya beberapa kelompok atau pendapat yang berbeda.

Ada beberapa hal yang dapat mengokohkan kondisi umat ;

Pertama, Bertemu dengan landasan cinta; di mana setiap orang-orang beriman yang sangat mencintai Allah, ketika dipertemukan di jalan Allah mereka akan saling mencintai karena didasari cinta kepada Allah.

Kedua, Berjumpa dalam rangka taat; bahwa orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul Nya serta menjauhi larangannya dengan tidak berpaling dalam beribadah, bahwa sungguh Allah menyukai orang-orang yang taat.

Ketiga, Saling bersatu dalam dakwah;

Allah berfirman “Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata “Sungguh, aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)?”

Keempat, Saling berjanji untuk berjihad; tugas utama seorang muslim yang beriman ialah berjihad membela agama Allah, seperti janji akan mendengar dan mengikuti Nabi dalam segala keadaan di waktu bai’ah (prasetia).

“Dan barang siapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh, Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.”

“Dan orang-orang yang berjihad (mencari keridhaan) kami, kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik. (QS.Al-Ankabut:6 dan 69)

Semuanya ini untuk mengukuhkan ikatan hati sehingga senantiasa dalam harapan akan selalu diberikan cinta sesama muslim, diberikan bimbingan jalan keselamatan dengan kitab yang diberikan Allah (Al-Qur’an) sebagai petunjuk jalan yang lurus, dipenuhi cahaya untuk orang-orang yang beriman, dilapangkan dadanya untuk selalu menerima agama islam dengan penuh kenikmatan hidayah, dibangkitkan dengan makrifatullah dan diwafatkan dalam keadaan syahid di jalan Allah.

Dapat disimpulkan bahwa pemahaman terkait ikatan hati di jalan Allah akan melahirkan kenikmatan dari-Nya, yang  keseluruhannya merupakan karunia dari- Nya pula.

Wallahua’lambisshawwab..

Referensi : Materi Tarbiyah

Tentang Penulis:

Nama Lengkap            : Farhanah

TTL                             : Cirebon, 12 Februari 1998

Aktivitas                     : Mahasiswa STEI SEBI

E-mail                          : farhanahfarha12@gmail.com

20

LEAVE YOUR COMMENT

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *