Home Berita Qatar Menjadi Mandiri dalam Mengelola Produk Susu
Qatar Menjadi Mandiri dalam Mengelola Produk Susu

Qatar Menjadi Mandiri dalam Mengelola Produk Susu

13
0

Penapembaharu.com- Doha- Pasar Qatar digadang dapat mandiri dalam produk susu sampai bulan suci Ramadhan, dalam waktu sekitar dua bulan.

Berbicara kepada Anadolu Agency, Moutaz al-Khayyat, ketua dewan direksi Baladna, mengatakan perusahaan akan memenuhi permintaan pasar lokal.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya negara Teluk yang memutus hubungan perdagangan dan hubungan transportasi dengan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir sejak Juni 2017.

Al-Khayat mengatakan dalam dua hari perusahaan tersebut akan mengumpulkan 3.200 sapi yang dikirim melalui laut dari A.S.

“Perusahaan Baladna, setelah blokade tersebut, telah mengimpor 4.000 sapi dari Amerika Serikat dan Eropa,” katanya.

“Jumlah sapi yang baru merupakan langkah penting menuju fase pertumbuhan yang lebih berkelanjutan dan produktif dan akan membantu kita memenuhi permintaan pasar akan produk susu segar berkualitas tinggi,” kata al-Khayyat.

Qatar mengandalkan impor produk susu dari Arab Saudi dengan 400 ton susu dan yoghurt yang diimpor setiap hari.

“Kami akan mengekspor setelah swasembada produk susu di Qatar,” kata al-Khayyat.

Seorang koresponden Agency Anadolu mengunjungi perusahaan Baladna, Al-Khor Farm, yang memiliki 4.000 sapi, terletak di utara Doha sejauh 50 kilometer.

“Peternakan ini menampung lebih dari 20.000 sapi,” kata Peter Weltevreden, Chief Executive Baladna, kepada Anadolu Agency.

Ia menambahkan, peternakan ini dirancang khusus untuk memenuhi lingkungan Qatar dan suhu tinggi.

“Setelah kedatangan jumlah sapi yang baru, produksi akan meningkat menjadi sekitar 200 ton susu segar setiap hari,” kata Weltevreden.

Pada 2019, katanya, peternakan tersebut akan berfungsi maksimal dengan 20.000 sapi.

“Pada bulan Mei 2018, 3.200 sapi akan tiba dan pada bulan November tahun yang sama 3.000 lebih,” tambahnya.

Perusahaan mengharapkan untuk meningkatkan produksi susu segar dan yoghurt menjadi 500 ton per hari, yang cukup untuk kebutuhan dalam negeri, dengan surplus 100 ton untuk ekspor.

Pertanian tersebut mencakup pabrik pengemasan susu dan pabrik lainnya direncanakan pada akhir tahun 2018.

“Sebagian besar peralatan pengepakan untuk produk Baladna diimpor dari Turki, dan banyak pakar dan konsultan Turki bekerja sama dengan kami,” tambahnya.

Setiap hari, hampir 2.000 orang mengunjungi Baladna Farm yang mencakup di dalamnya kebun binatang, taman besar dan restoran, menurut karyawan perusahaan yang bertanggung jawab atas peternakan tersebut.

*aa

13

tags:
Faris Ibrahim Muhammad Faris Ibrahim. Pemuda kelahiran 26 Mei 1998 ini sekarang sedang menempuh kuliah di Universitas Al Azhar Kairo Mesir, Fakultas Ushuluddin. Di samping hobinya mengkaji dan membaca literatur pemikiran, tercatat beberapa organisasi pernah digelutinya, di antaranya adalah jabatan Ketua ISMA (Ikatan Santri Ma'had Al Qudwah 2015- 2016), KNRP, Pesona AL QUDS, Garuda Keadilan, Editor majalah Ahsanta KMB, Kajian Al-Hikmah, Suara PPMI Mesir.

LEAVE YOUR COMMENT

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *