Home Dunia Kajian Manfaat Khusyu’ Dalam Shalat (2)
Manfaat Khusyu’ Dalam Shalat (2)

Manfaat Khusyu’ Dalam Shalat (2)

30
0

Dr. Raghib As Sarjani

PENAPEMBAHARU.COM–Manfaat lainnya dari khusyu’ dalam shalat adalah bahwa kekhusyuan dapat membantu seorang muslim untuk keluar dari krisis/masalah dunia yang ia alami dalam hidupnya. Allah SWT telah menerangkan tentang kondisi manusia di muka bumi;

{لَقَدْ خَلَقْنَا الإِنْسَانَ فِي كَبَدٍ}[البلد: 4]

“Sungguh kami telah menciptakan manusia berada dalam keadaan susah payah” (Qs. Al Balad : 4)

Dan banyak dari manusia yang berdoa kepada Allah agar dipecahkan segala masalah hidupnya, diselesaikan setiap krisisnya, akan tetapi doanya belum juga dikabulkan. Akan tetapi berbeda dengan orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.

Anda ingin agar doa dikabulkan?

Anda ingin dikarunia anak yang sholeh?

Anda ingin mendapatkan istri yang sholeha?

Perhatikan bagaimana manhaj Allah memberian kita jalan untuk mencapai semua keni’matan di atas!

{فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَوَهَبْنَا لَهُ يَحْيَى وَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ}[الأنبياء: 90]!

“Maka kami kabulkan doanya, dan kami anugrahkan kepadanya Yahya, dan kami jadikan istrinya (dapat mengandung). Sungguh mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan, dan mereka berdoa kepada kami dengan penuh harap dan cemas, dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada kami.”

(Qs. Al Anbiya: 90)

Allah SWT telah menyebutkan kisah Nabi Zakaria AS yang mulia agar kita mengambil pelajaran darinya. Sag Nabi telah sampai masa tuanya, dan istrinya mandul. Semua kondisi keduniaannya memvonisya tidak akan hamil dan melahirkan keturunan. Namun kenyataannya, Allah SWT mengkondisikan perempuan mandul itu, dan mengaruianya seorang anak sholeh.

Betul, peristiwa tersebut adalah mukjizat bagi para nabi, akan tetapi Allah SWT tidak terhenti hanya sekedar menjadikannya sebagai mukjizat saja, namun Allah SWT dalam ayat di atas menyebutkan alasan dikabulkannya doa Nabi Zakariya AS. Supaya kebaikan bisa terus berlanjut hingga hari kiamat.

Setiap kali manusia ingin keuar dari krisisnya, atau ingin memecahkan masalah hidupnya, seketika ia harus kembali kepada manhaj rabbani, manhaj yang diletakkan untuk mewujudkan keni’matan dunia dan akhirat:

  • Bersegera dalam kebaikan.
  • Berdoa dengan penuh harapan akan karunia Allah dan surge-Nya, serta dengan penuh rasa takut terhalang dari karunia-Nya dan masuk dalam neraka-Nya.
  • Kemudian diakhiri dengan khusyu’ (setiap kali menghadap Allah)

Barang siapa yang ingin memecahkan masalahnya dengan meniti jalan selain manhaj ini, maka akan semakin menambah rumit permasalahannya. Oleh karena itu, manhaj khusyu’ adalah manhaj yang dipraktekan oleh Rasulullah SAW ketika mengalami masalah atau kesempitan. Seketika beliau SAW bersegera mendirikan shalat, hingga ia mendapat ketenangan, dan menemukan kemenangan, dan Allah memudahkan segala urusannya. Inilah yang diperhatikan oleh Hudzaifah bin Yaman ketika ia berkata:

 «كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا حَزَبَهُ أَمْرٌ صَلَّى»

“Sesungguhnya Nabi SAW ketika dirundung suatu masalah, ia mendirikan shalat”

(HR. Abu Daud dalam Kitab Shalat)

Sumber; islamstory.com

30

LEAVE YOUR COMMENT

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *