Home Dunia Ide Paganisme dan Proyek Peradaban Kita
Paganisme dan Proyek Peradaban Kita

Paganisme dan Proyek Peradaban Kita

16
0

Oleh: Nurfarid

PENAPEMBAHARU.COM–Setiap bangsa yang ingin meniti jalan peradabannya maka ia harus memeriksa kembali cara berpikirnya, membersihkannya dari noda-noda dugaan, membebaskannya dari keterpasungan adat dan kebiasaan, serta melepaskannya dari jeruji masa lalu.

Munculnya peradaba Arab Islam di Abad Pertengan merupakan hasil dari perjalanan panjang Al Quran dalam memerangi budaya pagan dan keterikatan pada nenek moyang. Hadirnya peradaban Barat Modern merupakan buah dari perjuangan panjang Bacon dan Descartes dalam melawan setiap kebekuan dan kejumudan.

Dalam usia gerakan kebangkitan yang tengah memasuki 2 abad ini, dunia ide Peradaban Islam hari ini tengah tunduk pada paganism baru yang diciptakan oleh para penguasa dictator di negeri Arab, dan dilestarikan oleh kaum tradisionalis di negeri kita Indonesia.

Paganisme dan kebodohan adalah kelaziman bagi diktatorisme. Sang Penguasa dictator tidak akan pernah memberikan kebebasan berpikir bagi rakyatnya, sebagaimana tidak akan membukakan peluang berpolitik bagi lawan politiknya. Penguasa dictator adalah pmimpin tunggal yang tidak bisa diganggu-gugat kekuasaannya, ia akan lebih nyaman dengan kebodohan rakyatnya, karena kebodohan rakyat akan mengkultuskannya dan menempatkannya sebagai berhala politik yang wajib ditaati dan dipatuhi,dalam suka ataupun duka, dalam keadaan senang ataupun terpaksa.

Di negeri kita, budaya pagan masih mendarah daging dalam jiwa masyarakat kita, dari rakyat hingga ke penguasanya, sebagai warisan masa lalu yang diturunkan dari generasi ke generasi, sebagai efek dari dakwah puritanisme yang belum usai dan terhenti oleh gerakan imperalisme Barat. Budaya pagan di negeri kita tidak hanya berhasil memahatkan ‘berhala politik’, namun juga telah sukses mengukirkan ‘berhala ekonomi’ dan ‘berhala social’.

Masyarakat kita dalam sehari-harinya memang tidak lepas dari amalan-amalan Islam, namun tidak pernah menyadari politik kita, ekonomi kita, dan kehidupan social kita berkiblat ke mana, yang pada akhirnya hanya melahirkan kebodohan dan menciptakan penguasa tiran. Hingga kebodohan dan penguasa tiran menjadi kelaziman dan siklus yang sulit untuk dipecahkan.

Maka tidak salah kalau Bennabi mengatakan:
“Kebodohan itu pada hakikatnya dalah paganisme, karena ia tidak menanamkan ide/pemikiran, tapi menciptakan sesembahan.”

Dan ini adalah masalah sekaligus tantangan besar dalam mewujudkan proyek peradaban kita.

16

LEAVE YOUR COMMENT

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *