Home Dunia Kajian Mengejar Berkah dengan Investasi Sukuk di Pasar Modal Syariah
Mengejar Berkah dengan Investasi Sukuk di Pasar Modal Syariah

Mengejar Berkah dengan Investasi Sukuk di Pasar Modal Syariah

15
0

Oleh : Azka Tahiyati

PENAPEMBAHARU.COM — Harta merupakan asset paling berharga yang harus dijaga dan terus dikembangkan, sebagian orang terkadang bingung untuk mengembangkan assetnya agar mampu menjamin kehidupan dimasa depan. Investasi menjadi sebuah solusi, namun unsur – unsur syariah harus tetap diperhatikan agar harta yang diperoleh berkah dan menambah kebaikan.

Pasar modal syariah menjadi tempat terbaik untuk berinvestasi, dikarenakan di pasar modal syariah saham-saham yang diperdagangkan memenuhi kriteria saham syariah hal ini dapat dilihat dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan oleh OJK. Dari tahun ketahun pasar modal syariah mengalami peningkatan yang begitu pesat, hal ini tercermin dari peningkatan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), Jakarta Islamic Index (JII), Reksadana Syariah dan Surat Berharga Syariah Negara (Sukuk).

Dalam perkembangan pasar modal syariah di Indonesia, sukuk menjadi instrumen alternatif dalam pembiyaan dan investasi. Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan sukuk dikarenakan Indonesia berpeluang besar untuk menyerap dana investasi dari timur tengah pasca krisis moneter, para pengamat ekonomi optimis bahwa Indonesia berpotensi menyerap petrodolar, apabila infrastruktur legal benar-benar siap. Kesiapan infrastruktur legal ini menjadi urgen mengingat Indonesia menunjukkan potensi pertumbuhan sukuk yang cukup kuat sejak tahun 2012.

Penerbitan sukuk di Indonesia diatur dalam Fatwa DSN No : 32 /DSN-MUI/IX/2002, yang mendefinisikan sukuk atau obligasi syariah sebagai “suatu surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah yang dikeluarkan emiten kepada pemegang obligasi syariah yang mewajibkan emiten untuk membayar pendapatan kepada pemegang obligasi syariah berupa bagi hasil/margin/fee serta membayar kembali dana obligasi pada saat jatuh tempo”.

Berdasarkan fatwa diatas penerbitan sukuk diharapakan dapat menguatkan posisi Indonesia di pasar internasional dikarenakan penerbitan sukuk mampu mengundang banyak investor dari berbagai negara. Hal tersebut secara tidak langsung mampu mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Selain Fatwa DSN-MUI, dengan diterbitkannya Undang-Undang No : 19 Tahun 2008 Tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara, maka landasan hukum bagi pemerintah untuk melakukan percepatan pembangunan seharusnya sudah kokoh, tinggal bagaimana kemauan pemerintah (political will) untuk menggunakan dan mengoptimalkan sukuk, baik sukuk negara maupun korporasi sebagai alternatif pembiayaan pembangunan.

Melihat potensi besar dalam berinvestasi sukuk maka hal terpenting dalam penerbitan sukuk adalah adanya real underlyingassets yang menjadi objek dalam penerbitan sukuk, baik itu berupa pengalihan asset untuk sementara waktu, atau peralihan kemanfaatan atas asset, atau bahkan sifatnya hanya pengelolaan.

 

15

LEAVE YOUR COMMENT

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *