Home Dunia Ide Jangan Sampai Kecolongan, Selamatkan Keluarga Anda Dari Pemikiran ISIS !!!
Jangan Sampai Kecolongan, Selamatkan Keluarga Anda Dari Pemikiran ISIS !!!

Jangan Sampai Kecolongan, Selamatkan Keluarga Anda Dari Pemikiran ISIS !!!

30
0

PENAPEMBAHARU.COM — Saya masih ingat ketika berita ISIS sampai ke Indonesia, tidak sedikit dari masyarakat kita yang membanggakan, mengagung-agungkan, bahkan berbaiat kepada gerakan ‘teroris’ ini, hingga rela menjadi anshornya– Terutama para pemuda militan yang masih mencari jati diri, dan memiliki semangat tinggi belajar Islam secara instan. Hanya dengan kata kunci khilafah yang didengungkan dan dipromosikankan ISISI, seketika masyarakat kita banyak yang menyimpulkan bahwa ISIS adalah juru penyelamat umat Islam, tanpa dipelajari manhajnya, tanpa ditelusuri asal usulnya.

Saya yakin pikiran kia masih hangat, ketika ISIS menjadi fenomenal, ada beberapa anggota keluarga yang tertangkap ketika ingin hijrah ke ‘negeri’ yang sedang didirikan ISIS. Tidak lama setelah itu, beberapa orang pemuda ansor ISIS ditembak mati densus di Tanggerang karena berniat ingin membom gereja. Hingga peristiwa yang belum jauh dari ingatan kita, satu keluarga menjadi aktor pemboman gereja di Surabaya.

Dengan demikian, ISIS bukan hanya sekedar ancamam bagi negara atau dunia pada umumnya, namun juga ancaman bagi keluarga. Hal ini karena ISIS membawa paham takfiri, mengkafirkan muslim di luar manhaj gerakannya. Oleh karena itu, ketika seseorang sudah teracuni idiologi ISIS, seketika ia akan menjauhi komunitasnya, mengasingkan diri dari lingkungannya, meninggalkan keluarganya, bahkan ayah ibunya hanya karena tidak semanhaj dengannya.

Ada soerang akhwat yang masuk ke dalam barisan ISIS, kemudian menikah sirri dengan salah seorang ikhwan yang juga terjangkit paham ISIS. Ketika hal ini diketahui keluarga Si Akhwat, Si Akhwat pun malah menjauhi dan meninggalkan keluarganya. Apalagi Si Akhwat tidak bisa hidup dengan keluarganya karena ayahnya adalah polisi, dan polisi adalah bagian dari thaghut. Ayah dan ibunya hanya bisa menangisi dan menyesalkan ulah anak perempuan yang mereka sayang dari sejak dalam buaiyan.

Ini kasus nyata, dan salah satu peristiwa dari sekian peristiwa yang terjadi di masyarakat kita. Tidak sedikit dari para orang tua yang kehilangan ‘kehadiran’ anaknya, atau para istri yang kehilangan ‘kedekatan’ suaminya, atau seorang kakak kehilangan ‘keakraban’ adiknya…dst. Tau-tau sudah meledakkan diri, atau tertembak mati senjata api, atau mendekam dalam bui tertangkap polisi.

Oleh karena itu, jangan sampai kecolongan, ketika anda mendapati anak, saudara, suami, atau istri anda– terang-terngan mendukung ISIS, apalagi mengajak masuk ke barisan anshornya, diperkuat dengan sikapnya yang selalu menghindar, menjauh atau menghilang, jangan ditunda-tunda lagi, segera adukan ke para alim ulama, yang tidak diragukan lagi kafa’ah syar’inya, untuk diberikan penjelasan dan pencerahan terkait gerakan yang tidak lebih berbahaya dari gerakan komunis ini.

Wallahu’alam bis Showwab.

30

Nur Farid Lahir di Tasikmalaya 23 September 1985. Riwayat Pendidikan: Pon Pes Muhammadiyah Al Furqon Tasikmalaya 2005. SI Akidah Filsafat, Fak. Usuluddin Univ. Al Azhar New Damietta, Egypt 2009. Diplom Program Master di American Open University Cairo, Egypt 2016. Hingga sekarang sedang menulis Thesis Master di Universitas Al Gazera, Sudan. Aktivitas yang pernah diikuti: Kajian Pemikiran Al Hikmah-PCIM Mesir (2014), Akademi Gerakan Pembaharuan Islam Yaqdzotul Fikri, El Maadi, Mesir (2014). Musim Tsaqofi IIIT (Internasional Institute Of Islamic Thought) Cabang Mesir 2015-2016. Koordinator program 'Kuliah Pemikiran Islam' 2017, kerjasama IIIT, Muhammadiyah dan Syathibi Center.

LEAVE YOUR COMMENT

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *