Home Dunia Kajian Melihat Perekonomian Indonesia Berdasarkan Prinsip Ekonomi Syariah
Melihat Perekonomian Indonesia Berdasarkan Prinsip Ekonomi Syariah

Melihat Perekonomian Indonesia Berdasarkan Prinsip Ekonomi Syariah

18
0

Oleh: Waryadi

(Mahasiswa STEI SEBI)

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari pengelolahan sumber daya yang terbatas. Kebutuhaan manusia yang terbatas tidak sebanding dengan kemampuan sumberdaya yang terbatas tersebut untuk memenuhi kjebutuhan manusianya, maka timbulah kelangkaan atau disebut scarcity, oleh sebab itu sumber daya tidak bias memproduksi barang dan jasa sesuai dengan keinginan manusia. Pengelolaan sumberdaya yang terbatas sangatlah penting demi kelangsungan hidup manusia. Ilmu ekonomi juga memiliki banyak bagian bagian yang berbeda, namun  seluruh bidang ilmu ini disatukan oleh beberapa pemikiran yang mendasar. Para ahli biasa menyebutnya sebagai prinsip-prinsip ekonomi .

Pada suatu kesempatan bapak Bachmad Rizky Kurniawan SEI, MM. merupakan salah satu staf ahli di MPR RI dibidang perekonomian  menjelaskan bagaimana prinsip pertama dalam ekonomi dianggap sebagai masalah dikalangan masayarakat. Beliau berpendapat bahwa banyak permasalahan akan menimbulkan sebuah pilihan, maka dari itu dalam membuat keputusan kita harus bias menganalisis kelebihan serta kekurangan masing masing pilihan dari segala kemungkinan – kemungkinan yang dapat terjadi. Salah satu prinsip yang beliau sampaikan adalah manusia dihadapkan dalam kondisi tradeoff (pengorbanan).

Tradeoff adalah suatu kondisi dimana kita harus berkorban untuk mendapatkan suatu tujuan, karna pada dasarnya tidak ada yang gratis di dunia ini dengan artian bahwa jika kita ingin mendapatkan suatu tujuan atau keinginan maka sepatutnya harus ada sebuat pengorbanan atau dapat disebut juga pertukaran dengan usaha kita. Tradeoff lain dimasyarakat adalah permasalahan efisiensi (efficiency) dan pemerataan (equity).

Efficiency adalah kondisi di dalam masyarakat dimana manfaat yang diperoleh dapat optimal dari penggunaan sumber daya tertentu. Kita dapat ambil contoh sederhana yaitu penutupan sebuah hotel (alexis) di Jakarta yang dilakukan oleh gubernur terpilih bapak Anis Baswedan beberapa waktu lalu, secara ekonomi tentu menguntungkan untuk pendapatan daerah dan Negara karena pajak yang dibayarkan terbilang besar dibandingkan dengan hotel pada umumnya. Disisi lain pejabat pejabat tinggilah yang menikmati fasilitas disana. Sehingga timbulah effisiensi dari keputusan tersebut diantaranya mengurangi pengeluaran Negara untuk membiayain rapat para pejabat, dan di sisi masyarakat juga akan menimbulkan rasa kepercayaan terhadap pemimpinnya.

Equity atau pemerataan adalah kondisi di dalam masyarakat di mana kekayaan ekonomi di distribusikan secara merata kepada seluruh elemen masyarakatnya. Salah satu pemerataan kekayaan yang di nikmati masyarakat adalah subsidi, baik itu berupa BBM, Beras, maupun biaya langsung tunai atau BLT dari pemerintah yang dialokaikan untuk masyarakat yang kurang mampu. Tentu saja tujuannya adalah untuk pemerataan ekonomi. Dengan kata lain, efisiensi merujuk pada besar maksimal suatu ekonomi sedangkan equity merujuk pada bagaimana ekonomi tersebut bias dibagi secara merata kepada masyarakat yang terlibat dalam ekonomi tersebut. Tradeoff tidak secara langsung memberitahukan kepada kita keputusan terbaik apa yang harus kita ambil, oleh sebab itu kita harus teliti dan cerdas dalam menganalisa akibat yang dapat terjadi jika kita mengambil keputusan .

Namun dalam pembahasan ini, pertanyaannya adalah bagaimana prinsip ekonomi yang diajarkan islam ?

Sebagai bukti bahwa Allah Swt menurunkan hujan dengan tujuan pemerataan manfaat dan keadilan bagi manusia. Air hujan dapat dimanfaatkan oleh petani untuk bercocok tanam, namun menjadi sebuah penghambat pekerjaan didaerah perkotaan yang mayoritas adalah orang yang sudah mampu. Sebagaimana allah swt berfirman dalam al’Quran di surah al-Zukhruf :

“….Dan yang menurun air dar langit menurut ukuran (yang diperlukan) lalu dengan air itu Kami hidupkan negeri yang mati (tandus)…” Qs.Al_Zukhruf: 11.

Jadi dalam hal ekonomi, islam lebih mendahukan keadilan dibandingkan dengan efisiensi atau mengoptimalisasi manfaat dari ekonomi tersebut,.

Tidak kurang dari 262 juta jiwa (data BPS 2017) masyarakat di Indonesia lebih ingin menikmati keadilan dibandingkan dengan mendapatkan manfaat dari apa yang usahakan oleh pemerintah. Boleh jadi manfaat yang didapat sebagian besar dinikmati oleh masyarakat menengah ke atas karna mereka dengan mudah dapat kapan saja menikmati kebijakan pemerintah tanpa tertinggal infomasi, sedangkan bagi masyarakat kecil menengah untuk mendapatkan manfaat saja membutuhkan pengorbanan yang harus dikeluarkan seperti para petani di pedesaan , nelayan dan masyarakat diperbatasan . Jika kita mengikuti prinsip ekonomi pada umumnya harusnya mereka hanya menerima manfaat karena status mereka adalah sebagai rakyat. Kita bandingkan dengan prinsip ekonomi dalam islam yang lebih mengedepankan unsur keadilan bukan hanya untuk masyarakat kelas menengah bawah akan tetapi keadilan untuk masyarakat menengah keatas .

===================================

Data Penulis :

Nama Lengkap        : Waryadi

Panggilan               : Waryadi / Ka War

Tempat, Tanggal Lahir : Indramayu, 19 Agustus 1995

Email                      : Waryadi19@gmail.com

=======================================

Referesi :

Al’Quran

As’Sunnah

Mankiw, N. Gregory, 2007. “Thinking Like an Economist”, dalam Principles of Macroeconomics, Ohio: Thomson South-Western.

 

18

LEAVE YOUR COMMENT

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *