Home Dunia Pemikiran Pemuda dan peran politik
Pemuda dan peran politik

Pemuda dan peran politik

23
0

Dalam sebuah pidato yang disampaikan oleh bung Karno, beliau berkata: ”berikan aku seribu orang tua niscaya aku cabut gunung semeru, beri aku  sepuluh pemuda  niscaya akan aku goncang dunia”. Begitu dahsyat dan dalam kata-kata ini, memiliki makna yang luas dan  pesan moral yang sangat banyak untuk pemuda . Dalam bait pertama, Bung Karno mengumpamakan jika ia bersama orang tua ia hanya sanggup mencabut Gunung Semeru, akan tetapi jka ia bersama sepuluh pemuda saja maka ia sanggup untuk mengguncang dunia yang dalam artian adalah membuat perubahan yang besar besar. Tentu saja kata-kata ini membuat para pemuda berfikir ulang untuk menghabiskan masa mudanya dengan sia-sia, foya-foya tanpa ikut berkontribusi dalam membangun bangsa dan negara.

Jika kita berbicara tentang pemuda, maka  akan kita dapati  kata  ‘’muda’’  dan ‘’semangat’’. Karena dua hal inilah komponen utama yang ada pada pemuda dan  membedakan mereka dengan orang tua yang tentu  saja dari segi usia dan semangat. Maka tidak bisa dipungkiri bahwa  sejarah mencatat kemajuan bangsa-bangsa di berbagai  belahan dunia disebabkan oleh peran serta pemuda di dalamnya. Kita tidak asing mendengar nama Soekarno, Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Mohammad Natsir, Buya Hamka dan masih banyak lagi nama-nama yang ada dalam tinta sejarah emas bangsa Indonesia yang tidak mungkin saya tulis satu persatu, tapi yang terpenting ketika kita mendengar nama-nama di atas akan mucul dalam benak kita adalah suatu peristiwa besar, perubahan besar, dan kegigihan serta semangat dalam membela dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Pemuda bukan hanya  dikatakan sekelompok  orang  yang berusia muda yang ada di dalam masyarakat, tapi pemuda mempunyai  tugas dan tanggungjawab besar dalam membangun serta melakukan hal-hal yang nantinya akan berguna untuk kemajuan bangsa. Memikul tugas yang tidak mudah, tentu saja hal ini tidak semata-mata hanya sebagai bentuk unjuk gigih atau agar diakui oleh masyarakat, akan tetapi hal ini merupakan tugas utama dan fungsi pemuda di dalam masyarakat. Kita mengenal istilah ’’Agent of Change’’  yang berarti agen perubahan, yang memiliki tugas melakukan perubahan dalam berbagai hal. Tak heran jika dalam sebuah masyarakat Indonesia kita mengenal istilah “Karang Taruna” yaitu sebagai wadah penampung aspirasi pemuda dalam menyalurkan ide atau gagasan yang berangkat dari tingkat paling bawah atau level kampung. Begitu pula dalam suatu kelompok mahasiswa juga memiliki tugas yang sama dalam artian sama-sama diharapkan memberi pengaruh dan kontribusi terhadap  perubahan  dan kemajuan bangsa dan negara, tidak hanya berhenti dalam sebuah pidato dan tulisan tapi melakukan tidakan nyata.

Sebagai pemuda yang terlahir di Bentangan Nusantara Indonesia, kita pun memiliki tugas  untuk ikut berkontribusi dengan pemuda yang lain, ikut serta dalam melakukan perbaikan dan perubahan yang mungkin kita bisa mulai dari diri masing-masing, salah satunya mungkin dengan ikut serta mengikuti acara peringatan hari-hari besar nasional atau ikut berkarya dalam bidang yang kita bisa. Dengan hal itu, tentu akan menumbuhkan rasa kecintaan dan nasionalisme serta rasa memiliki tanggungjawab untuk membangun dan memajukan negri dengan bekal ilmu yang kita peroleh di bangku kuliah.

Dalam sebuah sajak Arab dikatakan bahwa pemuda sekarang adalah pemimpin masa depan, yang artinya pemuda adalah calon-calon pemimpin sebuah bangsa. Maka ketika bangsa itu memiliki pemuda –pemuda yang memiliki daya juang dan tanggung  jawab, maka dapat dipastikan bangsa itu akan mengalami kemajuan, sebaliknya jika sebuah bangsa memiliki pemuda-pemuda yang tidak memiliki daya juang dan tanggungjawab maka dapat dipastikan pula bangsa itu akan mengalami kemunduran atau bahkan kehancuran. Maka dengan momen tahun politik 2019  hendaknya pemuda indonesia ikut serta menentukan nasib bangsa dan tentunya selektif dalam menentukan pilihan nantinya.Memilih pemimpin yang memiliki komitmen membangun negri, yang merakyat tanpa harus bertopeng, memimpin dengan hati tanpa diskriminasi.

Tahun 2019 adalah salah satu momen penting yang akan menentukan lima tahun kedepan siapa yang akan memimipin negri yang telah berganti nakhkoda 7 kali ini, dan pemuda adalah komponen yang bisa menentukan siapa yang sepantasnya naik tahta kepemimpinan kali ini. Pemerintah yang dinilai banyak mengalami kegagalan dalam memimpin negri pertiwi. Gejolak politik yang kian hari memanas dan ketidakadilan dalam ranah hukum negri ini adalah sekian cerita dari drama menuju pentas tertinggi. Kenaikan harga sembako, penjualan aset Negara, kriminalisasi ulama’ dan tokoh masyarakat adalah suguhan yang bias menjadi pertimbangan nanti sebelum menentukan pilihan. Pemuda perlu perubahan, jangan lagi mau dibodohi elit politik yang cukup mementaskan drama yang tak kunjung berempati kian hari. Mari tentuka pilihan yang tepat untuk negri ini!

 

Salam pemuda!

 

23

Azmi El Haq Azmi El Haq. Lahir di Sumenep 19 Juni 1994. Riwayat Pendidikan: SDN Sepanjang 3 Sapeken. SMP Muhammadiyah 2 Singaraja. Ma'had Al Ittihad Al Islami Camplong Madura. Ma'had Al Imarat Bandung. Kuliyah Ushuluddin Univ. Al Azhar Cairo

LEAVE YOUR COMMENT

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *