Home Dunia Kajian Menilik Respon Dunia Arab – Islam Atas Keputusan Trump Terkait Al Quds (1)
Menilik Respon Dunia Arab – Islam Atas Keputusan Trump Terkait Al Quds (1)

Menilik Respon Dunia Arab – Islam Atas Keputusan Trump Terkait Al Quds (1)

9
0

Oleh: Salman Ulil

(Kajian Mingguan PENAPEMBAHARU)

“Seandainya bangsa Arab memahami bahwa dunia ini hidup dengan logika bantulah dirimu dengan dirimu”. (Dr. Muhammad Adib)

PENAPEMBAHARU.COM — Awak media menganggap bahwa keputusan yang dideklarasikan Trump adalah sebuah gebrakan yang mana presiden AS sebelumnya tidak ada yang bisa melakukannya, yang mana hal itu menjadi bahan isu perdebatan mereka dalam ajang kontestasi pilpres di AS. Akan tetapi deklarsi tersebut tidak terjadi kecuali pada masa jabatan presiden Trump tepat satu tahun setelah ia dilantik. Kejadian ini membuat kita bertanya apa yang sbenarnya tejadi? mengapa harus Trump? Dan mengapa tepat setelah satu tahun ia dilantik? Jawabannya adalah karena beberapa factor diantaranya keamanan Negara yang mulai stabil, desakan Sheldon seorang milyader Yahudi dan untuk menghilangkan prasangka keterkaitan Trump dengan Rusia pada kemenangannya di pilpres yang lalu.

Mendengar deklarasi ini dunia Islam murka mengecam terhadap apa yang baru saja terjadi bak singa yang yang sedang tidur yang diganggu oleh predator lain, apalagi bagi Palesina selaku korban utama pada deklarasi ini serta dunia Arab yang memiliki ikatan ras dengan Palestina.

Pada tulisan ini penulis akan menjelaskan respon dunia Arab dan Islam serta dunia Internasonal terhadap deklarasi sepihak ini yang menyalahi praturan perdamaian Internasional.

Respon Negara-negara Arab

  1. Palestina

Mendengar deklarasi sepihak yang tak bertanggungjawab ini semua faksi serta warga Palestina sebagai korban langsung kejadian ini menolak keras bahkan mengutuk deklarasi ini. Yusuf Muhammad salah satu tokoh di palestina menegaskan “Yerussalem adalah ibukota Palestina, bukan Israel.” Ismail Haniyeh, pimpinan gerakan Hamas juga mengatakan, “AS sebagai penengah antara konflik Palestina Israel telah menunjukkan sikap keberpihakannya kepada Israel, maka dari itu kami harus memperjelas bahwa Yerussalem seluruhnya milik Paestina, dari timur sampai barat, semua Palestina, Arab, Islam.” Hamas menyerukan gerakan intifadhah unutuk melawan deklarasi ini.

  1. Mesir

Mesir terlihat bermuka dua menanggapi deklarasi ini. Sekitar dua hari sebelum deklarasi keputusan tersebut Mentri Luar Negri Mesir, Sameh Shoukry melakukan percakapan via telfon dengan Mentri Luar Negri AS, Rick Tillerson membicarakan kelanjutan hubungan bilateral Mesir dan AS serta dampak apa yang akan teradi di Dunia Arab pasca deklarasi ini.

Disamping itu terdapat beberapa hal yang menunnjukkan kedekatan antara dua negara ini antara lain pertemuan antara Presiden Mesir, Abdul Fattah As-Sisi dengan Perdana Mentri Israel, Benyamin Netanyahu, pada bulan September 2017. Pertemuan Menlu Mesir Sameh Shoukry dengan delegasi Dana Yahudi Amerika di As, sebuah organisasi non pemerintah yang beranggotakan mantan pejabat AS dan anggota kongres serta pengusaha di berbagai bidang, pada bulan Maret 2018. Dukungan Mesir kepada Israel untuk proyek pemukiman yang dijelaskan pada saat rapat PBB yang dinyatakan langsung oleh Sisi. Dan, ‘bisikan‘ Israel kepada pemerintah Mesir untuk rajin-rajin bersih-bersih teroris (yang serupa dengan Hamas).

          Tiba-tiba ketika keputusan pengakuan Yerussalem oleh Trump sudah dideklarasikan, Menlu Mesir mengeluarkan surat resmi atas nama pemerintah yang ditujukan kepada Trump berisi penolakan terhadap deklarasi tersebut. Jadi wajar saja kalau Mesir terlihat basa-basi.

  1. Yordania

Pemerintahan Yordania menolak deklarasi tersebut dan membuat surat edaran mengatasnamakan pemerintah terkait sikap resminya. Akan tetapi hanya sebatas sikap ucaan belaka tidak dilanjutkan ke dalam suatu seruan aksi seperti yang dilakukan Hamas yang menyerukan Intifadha.

  1. Saudi Arabia

Hampir sama dengan apa yang terjadi pada Mesir, kerajaan Saudi pun memiliki hubungan khusus dengan Israel dan AS. Kerajaan Saudi menjadikan Iran sebagai alasan untuk membuat aliansi dengan Israel karena mereka ingin mengamankan kekuasaan dengan megklaim bahwa kaki tangan Iran sudah memasuki wilayah teluk, seperti “Houtsi” di Yaman dan “Hizbullah” di Lebanon. Maka Saudi menginisiasi dan memimpin dalam penyerangan kaki tangan Iran tersebut dan bersekongkol dengan Israel dengan tujuan dapat menekan Iran.

Ketika keputusan telah dideklarasikan, pihak kerajaan langsung mengeluarkan sikap penolakannya terhadap hal tersebut dan memperingati AS untuk mencabut keputusan itu. Hal ini menunjukkan bahwasannya sikap ini adalah palsu dan hanya sekedar basa-basi saja.

  1. Maroko, Tunisia, Iraq

Ketiga Negara ini memiliki sedikit perbedaan mengenai tanggapan mereka terhadap deklarasi pengakuan Trump, yakni pihak Dubes AS dipanggil menuju Istana kepresidenan atau kerajaan untuk menyempaikan pesan mereka terhadap presiden Trump perihal penolakan deklarasi tersebut, serta peringatan unutuk mencabut keputusan yang semena-mena itu.

Mayoritas semua Negara-negara Arab memiliki respon yang sama terkait deklarasi ini, akan tetapi tidak ada yang melakukan sesuatu yang lebih melainkan sekedar menolak dengan omongan saja, tapi patut diapresiasi karena mereka masih memiliki solidaritas terhadap sesama bangsa Arab, umat Islam, walaupun hanya dengan omongan saja. Disamping itu semua Hamas sebagai gerakan kemerdekaan Palestina sudah satu langkah lebih maju dari mereka, Ia menyerukan intifadha untuk melawan penghinaan ini.

Bersambung…

9

LEAVE YOUR COMMENT

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *