Home Dunia Pemikiran Analisa Menilik Respon Dunia Arab – Islam Atas Keputusan Trump Terkait Al Quds (2)
Menilik Respon Dunia Arab – Islam Atas Keputusan Trump Terkait Al Quds (2)

Menilik Respon Dunia Arab – Islam Atas Keputusan Trump Terkait Al Quds (2)

7
0

Oleh: Salman Ulil

(Kajian Mingguan PENAPEMBAHARU)

Respon Negara Tetangga

  1. Turki

Erdogan secara terang-terangan menolak keras serta mengutuk deklarasi Trump tersebut dan menganggap itu tidak berguna. Hal ini dibuktikan langsung dengan memanggil para delegasi OKI untuk mengadakan pertemuan darurat di Istanbul guna membicarakan isu ini. Erdogan mengatakan bahwa “Al Quds adalah red line kemarahan ummat, ia adalah tempat ibadah bagi kaum muslimin, masihiyin, dan yahudi, hanya saja mayoritas penduduknya orang Islam. Sedangkan deklarasi Trump ini hanya membuat onar saja.”

  1. Iran

Melihat Iran berada pada blok yang bersebrangan dengan AS sudah jelas sikap Negara ini yakni menolak dengan tegas deklarasi ini, di samping itu pula karena Palestina adalah saudara sesama muslim yang harus dibela. Pada laman resmi Iran dikatakan terkait deklarasi ini bahwasannya ini adalah bentuk profoksi yang mengancam keamanan internasional dan bahkan membuka kedok busuk Amerika Serikat.

  1. Respon Negara-negara Eropa

Mayoritas Negara-negara Eropa menolak deklarasi Trump yang menyatakan Yerussalem sebagai ibukota Israel dan menghimbau agar pemerintahan AS mencabut keputusan tersebut, hal ini dikarenakan menyalahi dan mengangkangi peraturan internasional dan resolusi dua Negara PBB no.181 tahun 1948 serta merusak perjanjian damai yang selama ini digaungkan.

Kanselir Jerman, Angela Merkel mengatakan, ”kami tidak setuju dengan keputusan AS yang dideklarasikan oleh presiden Trump, dan kami tetap berpegang pada resolusi dua Negara PBB no.181.”

Respon Organisasi Regional dan Internasional

  1. Liga Arab

Lewat Sekjen Ahmed Aboul Gheit, Liga Arab menolak deklarasi tersebut dan memanggil seluruh menlu negara-negara Arab untuk merincikan sebuah tanggapan untuk mengutuknya, diantaranya;

  • Menolak keputusan AS yang dideklarasikan oleh Trump.
  • Memperingatkan akan posisi Yerussalaem yang sedang terancam perubahan identitasnya oleh Israel.
  • Meminta PBB untuk menghapus dan menghentikan deklarasi sepihak itu.
  • Meminta DK PBB untuk membuat surat perintah pencabutan terhadap keputusan AS.
  1. OKI (Organisasi Kerjasama Islam)

OKI termasuk organisasi Islam yang sangat cepat merespon isu Yerussalem. Melalui sekjen DR. Yusuf bin Ahmad al-Utsaimin, OKI menolak dengan tegas deklarasi yang digaungkan AS melalui presiden Trump pada 7 Desember 2017 yang lalu. Ia mengatakan,”Sesungguhnya KTT OKI ini merupakan bukti nyata dari sentralitas masalah Palestina dan Yerussalem diantara umat Islam, terutama karna itu diadakan untuk merespon deklarasi AS.”

Sebelumnya pada tanggal 4 Desember delegasi setiap Negara-negara anggota OKI sudah mengadakan rapat di Jeddah karna kekhawatiran akan usaha perubahan sejarah pada Yerussalem.

Tepat satu minggu setelah deklarasi tersebut Erdogan memanggil semua delegasi anggota OKI untuk mengadakan rapat darurat di Istanbbul guna membahas isu Yerussalem ini dan menuntut AS untuk membatalkan keputusan ini, serta melakukan lobi diplomatic berkeliling ke Negara-negara berpengaruh.

  1. PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa)

Dibandingkan dengan organisasi-organisasi internasional yang lain, PBB termasuk yang paling lambat dalam merespon isu-isu internasional, apalagi isu Yerussalaem dan Palestina ini. Hal ini dikarenakan mereka menganggap bahwa organisasi internasional tidak boleh intervensi dalam konflik antar negara, namun setelah aduan datang bertubi-tubi, PBB mengadakan pertemuan untuk semua anggota dan menghasilkan suara 128 Negara tidak setuju, 9 negara setuju, 35 negara absen.

Pada sidang lainnya Nickey Halley selaku delegasi AS untuk PBB meresa kegerahan dan marah, ia mengancam seluruh Negara yang tidak sependapat dengan AS akan dicatat dan diberhentikan penyaluran bantuan kepada Negara tersebut.

Benarlah apa yang dipredksikan Halley mengenai  apa yang terjadi setelah deklarasi ini, ia mengatakan ” ketika Presiden membuat pengumuman pada hari rabu semua beranggapan bahwa langit akan runtuh ke bumi, akan tetapi apa yang terjadi? Hari demi hari berjalan dan langit pun tetap pada tepatnya, tidak runtuh “, dan di negeri Arab tak terjadi apa-apa selain omong kosong belaka.

7

LEAVE YOUR COMMENT

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *