Home Dunia Ide Petualangan Menulis
Petualangan Menulis

Petualangan Menulis

6
0

Endang Royanti

TK Al-Wafa’a Ombilin Kabupaten Tanah Datar

Menuliskan kisah perjalanan lintas alam menjadi hobi ketika SD. Berlanjut ketika SMP juga sering menuliskan apa yang dirasakan. Tulisan-tulisan tersebut disimpan dengan baik, sesekali dibaca ulang dengan tersenyum ataupun dengan perasaan gundah. Hobi itupun sementara menghilang ketika melanjutkan pendidikan di sekolah kejuruan, karena kesibukan berorganisasi di sekolah tersebut. Ketika tamat sekolah kejuruan mulai melirik kedunia anak, maka dengan bekal seadanya dan hobi membaca mulailah tumbuh kembali keinginan menuliskan apa yang dibaca, mulailah membuat ringkasan-ringksan buku. Kemudian mencoba menulis drama sederhana untuk anak. Semua tulisan disimpan dengan baik, namun sayang akhirnya hilang tak berbekas.

Menulis yang sudah menjadi hobi akhirnya tersalur ketika mendapat undangan dari P4TK TK dan PLB Bandung untuk menjadi peserta bimtek penulisan buku. Awalnya ragu rasanya berat sekali bimtek ini, di tengah keraguan tetap saja pelatihan itu dijalani. Melihat ruangan hotel yang megah dengan narasumber yang sangat menyentuh hati membangkitkan semangat bagaimana seharusnya seorang guru wajib menulis. Narasumber menyampaikan dengan semangat dan sesekali meneteskan air mata membayangkan apabila suatu saat nanti semua guru yang di ruangan ini menghadiri aula kementian pendidikan dan kebudayaan dengan membawa hasil karya bukunya masing-masing.

Mengapa kita mesti menulis, sebuah pertanyaan menggelitik bila kita renungan. Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang dan manusia mati meninggalkan sejarah. Melalui tulisan inilah sejarah hidup kita dapat dikenang. Hal lain yang menjadi alasan mengapa kita harus menulis adalah keinginnan tulus untuk berbagi informasi atau pengalaman kepada orang lain, dengan harapan orang lain terinspirasi oleh ide-ide kita. Ladang ibadah yang sangat menarik.

Proses seseorang dapat menulis yang baik perlu perjuangan, menuangkan ide menjadi sebuah tulisan ternyata bukan merupakan hal yang mudah. Pemilihan diksi yang tepat seiring dengan seberapa banyak kita membaca, semakin sering seseorang membaca maka banyak pilihan diksi yang bagus. Bukan hanya pilihan bahasa yang teat dan selaras, namun seorang penulis juga perlu bergabung dengan komunitas yang kondusif untuk menyalurkan hobi menulisnya. Dengan bergabung pada komunitas tersebut kita dapat berbagi ilmu tentang menulis, sehingga dapat meningkatkan kualitas tulisan, selain itu saling memotivasi untuk tetap semangat memnulis, karena seorang penulis sejati tidak akan puas dengan satu tulisan namun selalu berkarya sepanjang masa, ini tantangan yang sangat menarik.

Pentingnya komunitas menulis saya rasakan ketika bergabung dengan grup Wasshap sahabat guru Indonesia (SGI) yang berbagi tentang ilmu pendidikan, hingga suatu saat ada pengumuman tentang grup menulis SGI. Tanpa keraguan saya langsung mengikuti komunitas grup menulis angkatan pertama hingga saat ini angkatan ke enam. Dalam komunitas inilah saya mendapatkan banyak ilmu dari narasumber dan semangat dari teman-teman seperjuangan. Semangat berbagi dari narasumber dalam grup SGI, memyulut energi yang selalu membara. Bahkan hari-hari pertemuan kelas menulis SGI menjadi hari yang indah, hari yang selalu dinanti.

Sesi latihan dalam kelas SGI adalah sesi yang sangat menantang. Dari latihan tersebut banyak problematika menulis yang terselesaikan step by step. Tidak ada kata lain untuk menghasilkan tulisan yang bergizi, kecuali latihan menulis dan menulis. Untuk itu dengan bergabung dalam komunitas penulis kita saling memotivasi dan deadline yang ditetapkan oleh narasumber merupakan senjata ampuh bagi penulis pemula. Tulisan demi tulisan mengalir dan berproses menuju perbaikan, itulah hakekat petualangan dalam menulis, menghasilkan karya melalui perjuangan.

Kebahagiaan yang tiada terkira manakala buku antologi yang di dalamnya ada karya sendiri sudah diterima. Walaupun baru berani menulis secara kroyokan, hal ini menjadi modal untuk menulis solo yang sedang dirancangnya, semoga petualangan menulis dengan niat tulus karena Allah akan mengantarkannya menjadi penulis sejati.

======================================

Sekilas Tentang Penulis

 

endang royantiEndang Royanti, lahir di Slawi Kab.Tegal 25 Oktober 1972, mengajar di TK Alwafa’a Ombilin, Rambatan Kabupaten Tanah Datar. Pernah meraih juara ketiga guru prestasi tingkat Nasional tahun 2010. Mendapat tugas tambahan sebagai Instruktur Nasional diklat peningkatan kompetensi guru TK, juga sebagai tim Pendidikan Keluarga pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar. Aktif dalam berbagai organisasi, saat ini sedang memegang amanah menjadi Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Tanah Datar dan ketua komisi perempuan Anak dan Keluarga MUI Tanah Datar serta ketua jaringan antar lembaga pada PD Salimah Kabupaten Tanah Datar. Ibu dengan 7 putra putri ini juga tercatat sebagai tutor UT UPBJJ Padang sejak tahun 2011 dan Asesor BAN PAUD dan PNF.

 

6

LEAVE YOUR COMMENT

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *