Home Dunia Buku Para Pembaca Cerdas
Para Pembaca Cerdas

Para Pembaca Cerdas

39
0

Salah satu fenomena unik yang kita temukan dalam seminar- seminar motivasi adalah fakta bahwa di sana kita dapat menemukan orang- orang yang semangat bukan main ingin berubah, namun saat keluar ruangan, seakan yang didengarnya hanya masuk telinga kanan keluar dari telinga kiri. Perubahannya hanya sebatas semangat sekilas, namun kemudian tidak terjadi sama sekali.

Begitu pula dengan aktifitas membaca. Mungkin masih ada sebagian dari kita yang belum menyadari kerugian tersebut, membaca tapi tidak melahirkan kesadaran. Rugi, bagi kita membaca tapi tidak punya pemaknaan terhadapnya untuk dikembangkan. Rugi bagi kita membaca buku tebal 500 halaman namun tak selembarpun dapat kita terjemahkan ke dalam aktifitas sehari- hari.

Bacaan kita, para pegiat literasi sejati adalah bacaan yang jauh- jauh hari Isac Newton telah sadurkan untuk generasinya sebagai sebuah nasehat, kata Isac, “orang- orang dengan seluruh pencapaiannya dalam bentuk penemuan tidak lain hanyalah anak- anak yang memungut kerang- kerang dan rerumputan yang dimuntahkan ke pinggiran oleh lautan informasi”. Artinya bacaan kita adalah sesuatu yang mesti terus melahirkan tanda tanya dalam benak kita, membuat kita senantiasa berhasrat untuk selalu menggali luasnya pengetahuan kemudian mengembangkannya sebagai sebuah inovasi.

Amat sangat disayangkan, bacaan yang melahirkan kesadaran itu tidak tumbuh dalam rahim umat kita sekarang, umat yang termaktub dalam kitab sucinya 300 lebih ayat tentang berpikir dan bertadabbur menilik segala sesuatu. Bacaan cerdas itu sekarang tumbuh di kepala- kepala orang Barat, bukan karena kepintaran mereka, bukan pula karena keuletan, melainkan karena mereka menemukan kenikmatan membaca (lazzatul qiro’ah) sedangkan kita tidak, itu saja yang membedakannya.

Pembaca cerdas adalah mereka yang mencerna apa yang dibacanya, merenungkannya, kemudian bereksperimen untuk menciptakan sesuatu yang baru sebagai sumbangsih bagi peradabannya. Pembaca cerdas adalah mereka yang semakin banyak membaca semakin tumbuh rasa penasarannya berpikir tentang sebuah inovasi yang baru.

Tujuan para pembaca cerdas bukan hanya kenikmatan sesaat mengisi waktu luang. Namun di sana ada tujuan untuk melahirkan minat. Sebagaimana yang dikatakan oleh salah satu pemikir besar Barat Herbert Spencer, “pengetahuan tidaklah dianggap menyadarkan seseorang hingga pengetahuan tersebut berubah menjadi sebuah minat”. Mereka para pembaca cerdas adalah orang- orang yang tak segan menghentikan sejenak bacaannya di setiap bab, kemudian menyisakan imajinasinya membayangkan apa yang dapat ia serap untuk dapat dicocokkan dengan minat bakatnya.

Aktifitas membaca itulah yang dilakukan Lord Kelvin setelah membeli buku Charles Fourier yang membuatnya dapat melahirkan berbagai macam penemuan. Hal yang sama terjadi pada Cecil Rhodes setelah membaca buku The History of the Decline and Fall of the Roman Empire karya Gibbon, ia langsung tancap gas meluaskan wilayah Britania Raya sampai Afrika. Begitu pula dengan Ford, membaca majalah otomotif bagi sebagian orang mungkin hanya perkara biasa, namun tidak bagi Ford, itu merupakan inspirasi baginya membuat mobil karyanya sendiri.

Itulah mereka para pembaca cerdas yang pernah menghiasi sejarah. Bacaan mereka dapat berubah menjadi inovasi, tidak hanya terkungkung dalam sebuah pemaknaan sia- sia. Bacaan mereka dapat diolah sedemikian rupa untuk menciptakan sesuatu yang baru sebagai sumbangsih peradaban.  Bagi mereka para pembaca cerdas, membaca bukan hanya sebatas hobi, melainkan ada tanggung jawab yang mereka rasa patut dipikul sebagai anak zamannya.

Allahu a’lam bis showab

 

39

Faris Ibrahim Muhammad Faris Ibrahim. Pemuda kelahiran 26 Mei 1998 ini sekarang sedang menempuh kuliah di Universitas Al Azhar Kairo Mesir, Fakultas Ushuluddin. Di samping hobinya mengkaji dan membaca literatur pemikiran, tercatat beberapa organisasi pernah digelutinya, di antaranya adalah jabatan Ketua ISMA (Ikatan Santri Ma'had Al Qudwah 2015- 2016), KNRP, Pesona AL QUDS, Garuda Keadilan, Editor majalah Ahsanta KMB, Kajian Al-Hikmah, Suara PPMI Mesir.