Home Video

Video

Relasi Agama dan Negara Dalam Pandangan Islam (2)

“Sesungguhnya kami menurukan Al Quran kepadamu dengan sebenar-benarnya”—Bukan supaya membacanya di atas tanah, ataupun kuburan, dan dipajang di mobil-mobil…    “Sesungguhnya kami menurukan Al Quran kepadamu membawa kebenaran, Supaya kamu mengadili antara manusia sesuai dengan apa yang diajarkan Allah kepadamu”    Perhatikan ketika Al Quran berkata: “Wahai orang-orang yang beriman taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya, dan kepada ulil amri diantara kalian. Apabila terjadi perselisihan dalam suatu perkara maka kembalikanlan kepada Allah dan Rasul-Nya..”  Jadi di sini ada Negara Sipil, dengan mentaati ulil amri (para pemimpin).. Akan tetapi referensinya…kalau kita berselisih dalam suatu perkara, maka penyelesaiannya dikembalikan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya…Apabila kalian beriman..   Perhatikan dalam poin ini !!   Bahwa syarat wujud keimanan dalam masyarakat Islam adalah dimana sumber dari negara hanya kepada Allah dan Rasul-Nya    Oleh karena itu Negara Sekular telah ‘melabrak’ keimanan dalam Islam, Negara Sekular telah menodai keimanan dalam Islam.   Karena syarat dari keimanan adalah mengembalikan urusan kepada Allah SWT   By: Prof. Dr. Muhammad Imaroh.   Simak selanjutnya dalam video dibawan ini! jangan lupa klik CC untuk mendapatkan teks terjemah B. Indonesianya !       Artikel Terkait: http://www.penapembaharu.com/2016/05/relasi-agama-dan-negara-dalam-pandangan.html […]

Relasi Agama dan Negara Dalam Pandangan Islam (1)

Huru Hara Revolusi Mesir: Konfrontasi Kaum Islamis Vs Kaum Sekularis

Memang mencemaskan. karena kita sedang menyaksikan suatu prosesi sejarah yang sakral dan menegangkan, sebab pilihannya antara maut atau kehidupan, sebab taruhannya adalah  harga diri dan kehormatan–suatu prosesi tentang kelahiran kembali sekelompok manusia yang akan menerangi alam ini dengan cahaya Islam. Apalagi yang dirasakan oleh ‘anak-anak sejarah’ yang menjadi induk dari sekolompok manusia itu, yang tengah melakoni prosesi sejarah itu, mereka menjerit sambil mencakar langit dengan empat jarinya memecahkan kesunyian peradaban, untuk menunjukkan kepada alam dan seisinya akan pengorbanan yang telah mereka persembahkan, demi mewujudkan proyek kebangkitan yang telah diwariskan.  Ada darah yang menggenang di sudut-sudut kota, atau luka peluru yang menembus tubuh lemah tak berdaya, atau air mata yang terus mengalir dengan jujur menyatakan kepiluan jiwa-jiwa, dan keringat yang terus mengguyur di sekujur tubuh sebagai bukti perjuangan yang tak kenal lelah. Namun itulah tabiat dari prosesi kelahiran: perih, sakit, tegang, cemas, selalu dihiasi oleh jeritan-jeritan sang ibu yang menahan sakit demi kelahiran sang buah hati yang akan melangsungkan cita-cita hidupnya di masadepan.   Dikutip dari buku “Proyek Kebangkitan Kita”    By: Nurfarid 17

Relasi Agama dan Negara Dalam Pandangan Islam (2)

Pembaharuan Pemikiran Islam dan Kebangkitan

Masalah yang menyibukkan gerakan pembaharuan, dan pengaruh yang sangat mempengaruhi gerakan pembaharuan secara umum, sejak satu abad silam, dan akhir abad sebelumnya, hingga hari ini adalah apa yang harus dilakukan umat hingga ia bisa bangkit, dan kita menemukan bahwa krisis pertama yang menimpa gerakan pembaharuan adalah krisis pemikiran.   yaitu bagaimana bisa berinteraksi dengan Al […]

Relasi Agama dan Negara Dalam Pandangan Islam (2)